100 Hari Setelah Aku Mati Part 29 : Semua Akan Kutanggung Bagian 3

0
68
bukukita.com

Tidak lama ayah nya risa terdiam seperti nya beliau sedang memikir kan sesuatu. Akan tetapi tiba-tiba beliau tiba-tiba tertawa dan aku pun mulai bingung dengan tawa dia. Apakah ada yang salah dengan omongan aku. Tidak lama ayah nya risa meminta maaf pada aku karena dirinya tadi hanya berpura-pura galak dan mau mengetes aku saja. Ternyata yang di ceritakan risa itu agak berlebihan dan anak muda seperti aku bener-bener masih, ucap ayah nya risa. Ayah nya risa pun bilang jika aku sangat tangguh. Aku kaget karena ayah nya risa menyebut nama ayah aku. Ternyata ayahnya risa mengenal ayah aku, beliau cerita jika ayah aku semasa muda dulu merupakan teman akrab nya dan bapa aku itu di AD dan dirinya bertugas sebagai polri. Dia cerita jika bapak itu bukan orang sembarangan semasa hidupnya dan tidak heran karir nya bagus dan beliau bilang heran karena diri aku tangguh seperti bapak nya.

Aku pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Tidak lama risa datang sambil membawa nampan yang berisi minuman dan makanan ringan. Risa bilang jangan mengerjai aku terus. Akhirnya tidak lama beliau menanyakan rencana aku kedepan detelah lulus SMA. Dan aku bilang jika aku mau melanjutkan pendidikan aku ke dokter. Dan beliau bilang jika biaya kedokteran berat kemudian aku bilang jika pekerjaan itu semua sama jika manfaatnya bisa di rasakan banyak orang dan untuk biaya aku akan belajar lebih keras lagi. Aku berusaha terus sampe semua bisa aku raih dan aku bisa mendapatkan beasiswa. Dan jika aku gagal maka aku akan mencoba nya lagi dan lagi. Maka aku akan coba lagi jika beasiswa memang tidak bisa aku dapat dan akan mencari cara lain. Tapi yang pasti aku berusaha terus.

Jika aku tidak bisa menanggung semua itu aku hanya mempunyai keyakinan. Dan beliau sempat tertawa melihat aku yang sangat keras kepala seperti bapak. Ayah risa pun bilang semoga aku di beri jalan yang mudah dan beliau ikut berduka cita atas kepergian ibu dan bapak aku akan tetapi ada hikmah nya dan jika aku butuh bantuan tolong jangan segan, ucap ayah risa. Karena menurut ayah risa jika bapak aku dulu sudah banyak membantu dirinya dan tidak lama bapak risa masuk ke dalam sambil memperingatkan risa agar tidak berbuat aneh-aneh pada aku. Risa pun ngomel karena harusnya aku yang di tegur seperti itu karena dirinya kan perempuan. Aku pun tersenyum sendiri melihat risa salting. Tidak lama risa menyuruh aku belajar di rumah nya namun aku tidak enak karena sudah malam. Dan risa bilang jika bapak sudah suka menginap pun tidak masalah.

Aku pun menuruti risa dan tidak lama risa pamit untuk mandi. Aku pun hanya duduk-duduk di ruang tamu dan sesekali membuka handphone aku dan mata aku memandang kesebuah ruangan yang luas tampak foto-foto keluarga risa yang di figura tertera di tembok. Ternyata ayah risa tadi sudah berpangkat AKBP dan tampak ibu risa juga ada di sana dan sangat cantik bahkan di usianya saat ini namun fotonya masih awet muda. Risa tidak pernah cerita bahwa ibu nya bekerja di KBRI jadi sering pergi ke luar negeri. Aku merasakan hawa dan aura di rumah ini positif dan tidak ada makhluk pengganggu juga. Tidak lama risa datang dan sudah selesai mandi. Tidak ada yang aneh dengan penampilan risa dan dia bertambah cantik dari biasanya, entahlah mungkin karena rambutnya atau apapun itu aku tidak paham. Risa pun mulai narsis dan dia selalu sok imut lalu tiba-tiba dia menanyakan apa aku sudah cukup cantik untuk jadi pacar kamu, aku seketika kaget mendengar ucapan nya. Aku paham ada perkataan yang tertahan di mulut risa, risa pun mengatakan jika dia takut aku akan dengan orang lain.

Banyak yang menyukai aku menurut risa, aku mulai paham apa yang di maksud risa dan aku hanya mengusap rambutnya pelan tanpa berkata apapun dan melanjutkan membaca buku. Selalu dengan kebiasaan risa yang selalu mencubit aku. Aku pun bilang kebiasaan si risa selalu mencubit aku. Risa sambil tertawa bilang jika aku menyebalkan dan masih saja cuek dengan risa, disini risa terlihat serius jika dirinya marah dengan aku saat itu. Aku tidak lama memegang pundak risa agar berhadapan dengan aku. Aku bertanya pada risa memang kenapa? Dan aku menjelaskan bahwa dulu bukanya aku pernah bilang jika ada perasaan dengan nya. Dan aku sudah mengakui perasaan lebih ke risa. Namun aku katakan jika aku sedang ingin fokus dan beres sekolah dulu dan risa menubrukan kepalanya ke bahu aku dengan pelan. Risa mengatakan jika aku sudah berjanji dan dirinya hanya bisa percaya dengan janji aku akan tetapi selama menunggu waktu itu datang aku juga bakal beursaha. Aku berusaha menjadi pantas untuk aku. Aku pun mengusap rambut risa dan risa pun mengatakan jika dia sayang aku. Bersambung di part berikutnya.
banyak anak tidak seberuntung aku. Bersambung di part selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here