100 Hari Setelah Aku Mati Part 27 : Semua Akan Kutanggung

0
72
bukukita.com

Tidak lama aku mendengar suara teman-teman aku dan adapula suara perempuan yang kukenal dan aku terbangun gara-gara tepukan di pipi aku. Pusing dan dingin itu yang pertama aku rasakan. Aku bingung dan memandang ke sekeliling dan tampak hanya hamparan luas bebatuan dan pasir. Risa memeluk aku dan aku masih bingung karena teman-teman aku dari kelompok lain berdatangan. Aku pun menanyakan aku ada dimana dan aku menanyakan teman-teman aku. Semua terdiam dan instruksi aku datang yang bernama bapak bambang. Pak bambang lega karena aku selamat dan tanya darimana saja kita semua. Pak bambang terus menanyai aku dan aku pun malah bingung sendiri dan berusaha mengingat jeadian malam itu. Dan sontak berdiri namun kaki aku sakit. Aku menoleh ke kiri kanan dan aku bilang kita harus mencari yang lain sambil aku sempoyongan, namun baru saja berjalan beberapa detik kemudian seorang senior aku berteriak dari kejauhan bahwa mereka ketemu. Aku berlari dengan kaki sangat sakit dan rasa takut akan keselamatan teman-teman aku.

Dan aku melihat mereka terlentang di hamparan pasir dan batu tapi yang paling menakut kan mereka semua terbungkus kain kafan. Aku memeriksa nafasnya dan dia masih bernafas juga selamat. Mereka semua selamat dan nampaknya hanya tidur seperti aku tadi. Aku melihat setumpuk pakaian yang tergeletak di tanah dan sebuah ht. Aku membuka kain kafan irawan dan dia telanjang. Ternyata ini membuat mereka dalam keadaan terkafani kecuali aku. Baju yang di berikan pak jemino mereka semua memakainya kecuali aku. Teman-teman aku yang lain datang mereka juga tampak terkejut dan ketakutan. Mereka hanya pingsan dan mereka tidak berpakaian. Aku mengangguk dan berusaha membangunkan irawan. Dia membuka mata dengan terkejut melihat sekeliling dan begitu juga ketiga cewek lain nya. Mereka tampak ketakutan mereka terbangun di tempat yang berbeda dari tempat mereka tidur semalam.

Dan mereka juga kaget karena mereka saat bangun sudah memakai kain kafan. 3 cewek itu di gendong teman cewek lain nya untuk berganti baju dan irawan juga sangat syok dengan kejadian ini. Irawan bertanya pada aku dengan gemetar dan aku jawab aku tau semua nya. Hari itu kami di bawa pulang namun tidak ada yang berani bertanya tentang apa yang menimpa kami semalam. Bahkan mungkin teman-teman aku juga terlalu takut untuk menceritakan kembali. Kami di tandu dan di bawa turun gunung dan sepintas di perjalanan aku melihat pak jemino dan ibu yati melambaikan tangan pada aku. Saat kami tidur ternyata kami di pindahkan dari tidur kami, kami di bawa dekat perkemahan kru penyelamat di pasar bubrah. Dan sejak saat itu aku berfikir berkali-kali untuk naik gunung lagi. Sore itu merupakan sabtu sore dan hari terakhir kami liburan yang terpaksa liburan kami diisi dengan ketakutan.

Aku dan risa baru saja kewarung untuk membeli bahan sembako dan beberapa cemilan untuk teman-teman aku yang memang sehari sebelumnya berniat datang untuk membicarakan hal yang baru saja dalam 3 hari yang kami lalui. Aku pun duduk tegang dan semua nya nanti bakal aku ceritakan kepada mereka semua. Aku menyetel tv sekedar memecah kekauan dan tampaknya mereka sangat syok dengan kejadian di merapi kemarin. Aku pun menanyakan keadaan kaki susi yang sakit kemarin. Susi mengucapkan terima kasih kepada aku dan ani gemes melihat aku karena aku seperti orang tidak mengalami apa-apa sambil ani ingin menjitak aku. Dina bilang saat aku menyuruh mereka tenag dan dari cara aku cari arah juga melindungi kami, mereka semua bilang terima kasih kepada aku.

Saat itu irwan hanya mematung dan mungkin belum bisa meneriman kejadian di luar nalar itu. Aku juga bilang jika aku melakukan itu dengan spontan dan jangan di pikirkan. Dan sudah pasti semua orang bakal ngelakuin hal sama dan apa saja penjelasan aku nanti boleh kalian terima atau tidak. Mereka hanya mengangguk terutama irawan dia nampak antusias sekali. Aku mulai bercerita tentang kerajaan merapi itu dan siapa sebenarnya pak jemino dan ibu yati. Mereka tampak tertegun dengan kejyataan itu dan masih ada ekspresi ketakuta di wajah mereka. Irawan bertanya darimana aku bisa tau jika mereka itu bukan manusia dan tidak lama aku menoleh ke arah risa yang sudah duduk disamping aku kemudian aku mengangkat sebelah alis aku. Disitu aku memberika kode padanya dan dia mengangguk dan paham apa yang aku maksud. Dan aku bilang jika aku sedikit beda dari kalian semua atau lebih tepat nya aneh.

Aku bilang jika aku punya kelebihan atau bisa di bilang kutukan. Tidak lama ani memutus pembicaraan dan ketika itu aku mulai menceritakan tentang buruk nya masa lalu aku dengan semua hal yang tidak masuk akal. Aku tidak ingin menyembunyikan lagi dan biarlah jika mereka ingin tau maka mereka akan tau percuma kututupi juga itu yang aku pikirkan saat itu. Dan irawan pun berkata jika dia sudah menduga nya jika aku bisa melihat hal-hal yang seperti itu. Dan aku bilang jika memang seperti itulah aku yang sebenarnya. Bersambung di part selanjtunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here