100 Hari Setelah Aku Mati Part 145 : Lawan Aku Sekarang Bagian 8

0
13
bukukita.com

Tanpa bicara aku hampiri sosok hitam itu dan sosok tertinggi penguasa puluhan jin itu dan aku mengincar dia dan sosok serupa aku nampaknya memberikan jalan karena dia seperti menghadang pengikutnya yang berjumlah sangat banyak dan dia bukan makhluk sembarangan seperti catur, apabila kita bisa membuat dia mati kut raja nya maka seberapa banyaknya budak yang kita punya tetap artinya permainan selesai dan aku ingin segera mengakhiri ini dan mengakhiri permainan mereka ini. Semua tampak mengerikan ukuran nya dan kanuraganya dan semuanya melebihi aku namun satu hal yangtidak bisa di rubah merupakan aku lebih sempurna darinya. Aku lepaskan amalan pembakar aku dan hanya mengenai angin dan satu hal yang baru aku ketahui makhluk ini tidak hanya besar tapi sangat cepat. Aku tidak tau sejak kapan kepal tangan seukuran bola sepak itu ada di depan wajah aku dan ternyata aku malah terkena pukulan pertama yang menyakitkan itu.

Aku merasakan sakit yang aneh dimana sakit yang beda dari biasa dirasakan jika terkena tinju. Aku ambruk dan kepala aku pening namun aku mencoba untuk selalu tetap sadar dan jika aku mati disini maka percuma maka secepat mungkin aku berkilah saat telapak kaki besar itu berusaha ketika telapak kaki besar itu berusaha menginjak leher aku dan kaki besar berbulu itu hanya menginjak tanah. Posisi aku masih terbaring namun kaki aku masih bebas dan dengan insting mantan seorang pesilat aku lesatkan kaki ini untuk membuat tendangan yang berisi amalan penolak persis mengenai perutnya yang buncit dan besar. Gendruwo itu tumbang kebelakang dan bulunya terbakar dan menimbulkan bau sangit. Tapi memang dia bukan jin lemah yang hanya bisa menakut-nakuti dengan wujud seram dan dia tidak mudah untuk di halau dan gendruwo itu bangkit dan mecakarkan nya sepanjang 10 cm itu. Aku tidak sempat menghindar dan membuta luka cukup dalam di lengan aku.

Tidak ada darah yang keluar namun aku merasakan perih seperti aku yang tersayat pisau dan aku mundur dan melangkah dengan hati-hati. Sosok serupa aku sedang aku sedang sibuk dengan puluhan makhluk itu dan tidak bisa ikut menghadapi jin penguasa ini. Makhluk tinggi besar itu seperti menyalak dan berlari ke arah aku. Ketika kuku berkilat itu hampir menyabet kepala aku dan aku masih sempat berkilah dan dengan gerakan memutar aku berada di belakang makhluk itu. Aku memanjat ke tubuhnya dan mendekap leher dan mengunci tangan nya dan tidak akan membuang waktu segera saja amalan pembakar aku rapalkan dan makhluk itu pun kesakitan.

Dia berusaha membanting aku kekiri dan kenan namun sekuat tenaga aku cekik lehernya dengan lengan aku sambil berkonsentrasi penuh dengan amalan pembakar dan makhluk itu berasap seperti ada bara api yang membakar bulu nya yang lebat. Aku merasa sangat puas dan menyiksa makhluk itu. Aku merasa marah dan kesetanan dan meneruskan nya dengan sangat senang dan belum pernah aku merasa seperti itu dan ternyata nikmat sekali menyalurkan dendam dan amarah pada makhluk pengacau ini. Dia memohon ampun tapi aku tidak peduli dan aku terus kencangkan kuncian aku hingga dia bersimpuh kesakitan. Sosok serupa seperti aku meneriaki aku dengan mengatakan cukup pada aku dan tiba-tiba aku seperti di tarik sesuatu dan saat aku toleh ternyata itu adalah dia yang serupa dengan aku. Aku melepaskan makhluk itu dengan senyum puas dan aku tertawa karena berhasil membuatnya jatuh dan harus menyeret tubuhnya untuk pergi hingga sampai tiba-tiba. Sosok yang serupa dengan aku memegang pundak aku dan aku merasaka sesuatu seperti rasa panas yang begitu perih di tempat dia meremas pundak aku.

Aku mengucapkan kalimat astafirullahalazim dan aku dengan susah payah akhirnya bisa mengucapkan kalimat mohon ampun pada Allah. Dan dia melepaskan tangan nya dan berkata jangan sampai kamu sendiri yang menjadi setan berujud manusia. Aku terduduk dan rasanya lelah sekali bahkan barusan aku merasa sangat aneh dan aku merasa bukan menjadi diri aku sendiri waktu dapat memojokan makhluk itu. Dan dia mengatakan jika yang besar itu tidak akan berani menyentuh keluarga aku dan mungkin besok akan datang lebih menakutkan dan lebih kuat dan tidak bisa di taklukan selain oleh diriku. Dan dia bilang yang lebih parah itu adalah sesuatu yang ada di dalam diri aku yaitu setan di hati aku dan aku semakin bertambah bingung denga ucapannya.

Ada sesuatu di dalam diri aku selain aku dan jauh lebih kuat dan sangat bertolak belakang dengan diri aku dan tidak berwujud tapi nyata bahkan dia bisa membuat aku menjadi orang lain. Dia menggunakan celah berupa kemarahan dan jika itu di teruskan makan dia akan menguasai dirimu dan kamu akan menjadi setan berujud manusia. Aku terdiam dan memikirkan kata-katanya dan memang ada benarnya beberapa kali aku mengalami hal ini. Bersambung di cerita berikut nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here