100 Hari Setelah Aku Mati Part 144 : Lawan Aku Sekarang Bagian 7

0
24
bukukita.com

Dan seperti itulah perumpamaan rasanya dan aku merasakan seluruh badan aku tertarik tapi anehnya tidak bergerak sama sekali dan seperti angin besar yang berada persis di atas kepala kamu. Makin lama makin terasa kuat dan kencang hingga aku harus menutup mata karena kuatnya angin itu dan juga aku membuka mata dimana aku sudah terbaring di tempat yang sama sekali asing bagi aku. Aku bangkit dan berdiri, aneh karena tubuh ini terasa ringan tidak ada rasa sakit di dada akibat cedera yang aku derita dan aku bingung ada dimana ini dan aku tidak tau persis ini berada dimana dan yang aku tau ini bukan alam manusia. Aku pun tanya ada dimana ini? dia mengatakan jika kta berada di jalan yang akan mereka lalui. Dan ini dekat denga mereka dimana alam mereka sesungguhnya.

Aku memandang ke sekeliling dan tempat ini seperti jalanan setapak yang ada di perkampungan dengan pohon-pohon tinggi yang tumbuh menjulang dan tidak ada jalanan setapak yang ada di perkampungan. Dengan pohon tinggi yang tumbuh menjulang bahkan tidak ada manusia karena memang ini bukan lah alam nya. Aku pernah mempelajari ini sebelumnya dan kyai berkata bahwa di dunia ini ada dua alam yaitu alam manusia dan alam goib yang bertolak belakang namun sangat dekat dan dunia yang sedang aku kunjungi ini tidak akan terpetakan di atlas manapun karena di mensinya yang beda. Dunia mereka sangat berdekatan dengan kita dan mereka mempunyai dua dunia yang mereka bangun. Namun tanpa kita sadari karena wajarlah jika mereka tidak senang jika ada orang yang kebetulan menabrak pohon atau merubuhkan tempat tertentu dan bisa jadi itu merusak tempat tinggal mereka.

Aku merasakan hawa mereka dimana-mana dan sangat banyak bahkan jumlahnya mungki tidak terhingga. Namun sangat jauh dari tempat aku sekarang namun karena kuantitasnya yang banyak aku dapatkan. Terpikir di otak aku apa sari semestinya tinggal di tempat seperti ini? aku mulai merasakan mereka, tawa lengking, rauangan, kekehan dari makhluk calon penghuni neraka di akhir jaman itu sudah mulai terasa dan semakin dekat. Aku menyiapkan diri dan berdoa bahkan mengheningkan cipta untuk memukul mundul mereka yang berusaha kembali ke dunia aku untuk menuntut tumbal. Aku pun bertanya kenapa diri aku merasa sehat dan dia bilang jika terlukan itu hanya badan aku saja sementara yang ada disini hanya jiwa dan pikiranmu bahkan badan aku berada di tempatnya dan sedang tertidur. Karena pikiran mu disini kerusakan dan rasa sakit yang aku terima akan di kirim oleh pikiranmu ke tubuh aku yang ada disini. Dengan kata lain rasa sakit yang aku terima disini akan juga di rasakan tubuh aku disana.

Aku bersia dan sejanak aku berfikir jika aku terluka seperti kemarin sama saja aku bisa mati. Namun apapun akan aku lakukan demi dia dan demi keselamatan abi. Hawa dingin itu datang dan diringi dengan makin kerasnya suara mereka dan sosok pertama yang aku lihat adalah wujud perempuan yang terbang rendah dengan kain putih yang berkibar-kibar. Matanya terlihat berlendir dan terlihat seperti ikan busuk, wajahnya putih, seputih cat namun sangat kusam seperti warna tembok tua yang berjamur. Lidahnya menjulur sangat panjang berwarna kehitaman dan begitu melihat kami terdiam dan melihat kami dengan bingung sambil menggerak-gerakan kepalanya. Hal ini seolah sedang mengidentifikasi atau mengingat kira-kira siapa kami ini. Kemudia aku kira dia memahami nya karena dia langsung berteriak dan melayang mundur dengan cepat.

Aku memandang dan dengan ekspresi bertanya dia menjawab dengan memasang kuda-kuda yang berarti aku harus waspada. Suara itu bergemuruh saat sosok hitam itu muncul di barisan paling depan di ikuti pengikutnya dan dia tampak sangat marah begitu melihat aku disini karena itu artinya adalah rencana mereka untuk melemahkan aku sudah gagal. Hal ini di karenakan disini yang hadir hanya jiwa atau batin dan pikiran aku sedangkan tubuh aku boleh cidera tapi jiwa aku tidak akan bisa mereka lukai di dunia aku kemarin. Aku bisa masih menggunakan kemampuan aku disini karena kelebihan karena kelebihan indra aku itu berinti pada pengelihatan yang ada di batin aku. Beberapa makhluk lain yang lebih lemah malah lari tunggang langgang begitu tau kami datang untuk mencegat mereka dan mengakhiri teror yang mereka buat.

Aku melihat sosok yang serupa itu di samping aku dan dia mencopot sandal slopnya dan seperti orang yanghendak olahraga dia meregangkan otot. Santai betul dia seolah ini hanya permainan sedangkan aku cukup gentar tapi aku tidak akan mundur meskipun bala jin itu bertambah sekalipun aku tidak akan mundur. Aku melihat sosok serupa dan aku itu berlari di depan aku dengan sangat cepat dan langsung memukul 2 makhluk yang terlihat seperti celeng dan langsung dengan suara yang persis seperti babi mereka langsung roboh seketika. Bersambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here