100 Hari Setelah Aku Mati Part 143 : Lawan Aku Sekarang Bagian 6

0
34
bukukita.com

Risa pun berteriak sambil menghampiri abi dan menggendong abi, tampak betul risa begitu takut dan begitu pula aku. Tadi itu hampir mencelakai abi dan risa pun melihat tangan aku yang mengucurkan darah karena luka sobek akibat jarum infus tadi yang menggores tangan aku sepanjang kurang lebih 15 cm. Itu merupakan teror pertama yang aku rasakan dan dia sangat ketakutan dan trauma karena kejadian itu. Aku juga begitu ketakutan dimana dua hal teror mengincar kedua orang yang kusayangi ini dan aku segera mendapat perawatan setelah risa memencet bel yang ada di kamar itu dan beberapa perawat datang dan menjahit luka aku. Perawat itu bertanya kenapa bisa seperti ini. Aku pun menjawab jika aku jatuh tadi. Akhirnya aku dan risa terjaga semalaman dan kami sama-sama tidak bisa tidur dan kami sama-sama trauma dan takut jika ada hal yang terjadi menimpa abi. Risa sudah tau kenyataan mengenai abi dan dia sempat syok dengan hal itu. Namunmau bagaimana lagi seperti kata kyai ini merupakan ujian untuk kami.

Aku merenung dan sambil memandangi abi yang sedang tidur. Anak ini masih polos dan tidak tau apa-apa, hamba mohon lindungi aku dan aku pun melamunkan banyak hal. Dari tadi aku hanya diam sambil duduk di ranjang aku dan risa yang sedang tiduran dengan abi di tempat tidur yang terpisah dengan aku mulai berdiri dan berjalan ke arah aku. Aku memang tidak bisa tidur sejak harus di rawat inap bahkan setelah makan obat tidur juga. Ada hal yang membuat aku merasa ngantuk namun tidak bis terlelap. Malam itu aku sengaja tidak tidur dan aku sengaja terjaga untuk menjaga abi dan risa, tadi pagi itu merupakan teror pertama dan malam hari memang tidak pernah bersahabt dengan aku. Mungkin mereka akan datang lagi setelah berhasil mengumpulkan bala setan mereka. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi namun dalam hati aku tanamkan tekad untuk menghadapi apapun yang malam ini mungkin datang.

Risa memeluk aku dan mencium kening aku lembut namun setakut apapun asal masih ada kamu aku masih bisa merasa aman mas, ucap risa. Aku terpaksa berbohong dengan risa dan aku tidak tidur, aku hanya tiduran dan memejamkan mata namun aku masih dalam keadaan terjaga dimana kepekaan indra aku tingkatkan kepada titik maksimal aku. Untuk merasakan kehadiran mereka dan sudah 3 jam aku terjaga belum ada pertandan mereka akan datang dan aku tidak akan lengah. Dan beberapa saat kemudian aku merasakan kehadiran. Dan begitu aku melihat asal energi itu yang muncul adalah aku yang lain dan dia sedang duduk di dispenser sambil melihat aku. Aku harus di kirim untk ini dan masalah yang tidak selesai-selesai, itu jawaban nya sambil berjalan-jalan menuju jendela dan memandang ke arah keluar.

Aku bangun dari ranjang dan berdiri di samping nya dan aku ikut memandang keluar jendela dan melihat lampu-lampu dari kendaraan lewat dengan kencang nya. Lalu aku bertanya bagaimana dengan istri dan anak aku karena aku tidak ingin membuat mereka takut dan lagi disini merupakan tempat umum pasti akan ada banyak orang. Dia mengatakan jika mereka tidak akan bangun karena kita tidak akan menunggu mereka datang kesini dan kita yang akan mencegat mereka. Aku heran dengan perkataanya dan makhluk halus itu bisa mengidap sakit jiwa. Dan dia sendiri yang bilang jika tidak bisa menghadapi makhluk-makhluk itu yang terlalu kuat bagi nya dan kini dia mengajak aku untuk mencegatnya. Mereka bukan kumpulan anak SMA yang hendak tawuran yang bisa di cegat di jalanan namun mereka ini adalah jin. Jin gelap dan kuat dan berbeda alam dengan aku dimana mereka bisa muncul dimanapun dan kapanpun semau mereka.

Aku ada di dalam dirimu dan tidak hanya wujud aku yang persis seperti diri kamu namu juga tabiat kamu sendiri pasti nya tidak suka bercanda di saat seperti ini begitu juga aku yang bahkan sama sekali tidak suka bercanda dan sekarang tutup mulut dan tidurlah di kasur kamu. Aku menurut walaupun dengan bingung maksud darinya dan dia malah meminta aku untuk tidur di situasi gawat ini. Ilmu itu meraga sukma dan aku baru ingat, meraga sukma merupakan saat dimana sukma aku keluar dari raga dan bebas mengembara dengan jangkauan tertentu. Selama hidup aku baru beberapa kali aku melakukan nya karena ini adalah ilmu terakhir yang di ajarkan kyai dulu dan sulit. Dan hanya bisa di lakukan di saat tertentu tidak sembarangan bisa menggunakan nya semaunya dan malam hari ini. Aku menggunakan nya lagi untuk pertaruhan terakhir. Aku merasakan tersedot ke atas dan sulit bagi aku untuk menjelaskan nya dan semua serba aneh. Bagaimana aku menjelaskan sesuatu jika yang aku jelaskan belum pernah mengalaminya. Bayangkan jika kalian adalah setitik debu dan diatas kalian ada sebuah vacum cleaner yang sudah menyala dan menyedot kalian ke dalam. Bersambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here