100 Hari Setelah Aku Mati Part 140 : Lawan Aku Sekarang Bagian 3

0
1
bukukita.com

Dan kalian tidak akan percaya dimana kalian tidak akan percaya apa yang aku lihat. Aku tidak boleh takut dan aku memang tidak takut dan aku ragu dengan kemampuan aku dan banyak sekali mungkin puluhan. Mereka seperti satu pleton pasukan yang hendak mendobrak masuk ke rumah aku. Sosok hitam itu berada di depan dan membuka mulut nya sambil menyalak seperti anjing dan dia seperti gabungan antara gorila, manusia dan anjing. Begitu besar dan mengerikan karena di sebelahnya aku melihat sosok kepala itu dan kali ini dia mempunyai tubuh. Hanya saja dia terpisah dari kepalanya. Tubuhnya pun terpisah dimana dia membawa kepala berlumuran darah seperti membawa sebutir kelapa di tangan nya. Sosok tanpa wajah dan ada nya wanita berbaju putih juga nampak mengerikan dengan puluhan makhluk halus yang berwujud seram dan tentu saja terasa energi mereka sangat kuat dan sangat gelap.

Kerangka tanpa daging itu berdiri dan memperlihatkan tulang-tulang nya yang masih di tempelin dengan urat-urat berwarna merah dan ungu. Di sebelahnya ada deretan wanita hantu dengan tawa melengking yang bisa di bayangkan sendiri bagaimana bunyinya. Sulit di bayangkan apabila wanita hantu itu sedang tertawa bersamaan. Itu sangat menyeramkan dan membuat aku ngeri, membuat aku gentar dan banyak lagi makhluk serupa yang menyeramkan seperti sosok laki-laki bewok tinggi besar dengan satu tangan. Wanita hantu itu mempunyai lubang di perutnya dan memperlihatkan warna merah daging dan hantu lain dengan wajah pucat dan membiaru serta busuk berlendir. Bahkan banyak lagi dari mereka dengan beraneka ragam macam-macam. Aku mencoba doa berkli-kali supaya aku di kuatkan dan mencoba mengingat bahwa hakikatnya aku lebih sempurna dan mulia dari mereka.

Aku bersiap memasang kuda-kuda saat makhluk dengan moncong seperti kadal melayang ke arah aku. Mereka secara bersamaan dan membuat telinga aku sakit dan kepala aku pusing. Entah berapa banyak namun sebagian mereka mulai mendatangi aku lalu aku tidak tau seperti ada pukulan yang sangat keras atau dorongan yang membuat aku terhuyung dan jatuh terlentang. Akan ada bentrok dari 2 jenis makhluk yang tidak seharusnya bersinggungan dengan alam. Seorang bapak yang harus menjaga anak nya dari golongan jahat yang mencari tumbal dan mencari inang baru. Dan kalian pernah melihat tayangan penampakan yang memperlihatkan benda yang bergerak sendiri. Itulah yang membuat aku jatuh terpental ke belakang dan masing-masing dari mereka saja sudah cukup kuat dan mereka memadatkan tekanan energi yang mereka punya pada satu titik yaitu aku.

Apalagi di tambah energi itu bersifat negatif dan merusak yang menghasilkan rasa sakit yang luar biasa dan rasa nya seperti aku baru di hantam dengan setumpuk kayu jati utuh yang di dorong bersama untuk merubuhkan sesuatu. Sesuatu yang di maksud itu adalah aku dan aku benar-benar tidak kuat. Aku meronta kejang sambil memegang dada yang terasa sakit dan sesak dan aku hanya dapat melenguh kesakitan dan aku tidak bisa bernafas. Aku terengap-engap karena merasa tidak ada oksigen yang mengisi paru-paru aku. Aku terbatuk dan seperti ada cairan yang memaksa keluar lewat tenggorokan aku. Dimana ada darah mengucur dan sangat fatal serangan itu. Mata aku kabur dalam posisi jatuh terlentang sekilas bulan purnama itu terlihat blur. Dalam posisi itu terbesit tanya apa diri aku akan mati? apa aku akan mati konyol ketika aku terkena seranga pertama dari makhluk yang golongan nya rendah dalam kondisi super cepat.

Aku berfikir aku tidak boleh kalah karena ini bukanlah main-main dan kondisi nya sangat terdesa. Aku terluka akibat mereka dan jarang orang mengalami hal seperti ini namun seperti kyai bilang dimana batin ini akan menjauhkan jin yang lemah. Tapi akan menarik jik yang lebih kuat untuk menantang karena sejatinya sebagian mereka memang mempunyai tugas mengganggu manusia. Bahkan melewati sebuah celah bernama nafsu dan karena manusia itu tidak bisa melihat mereka namun mereka menemukan celah lain untuk mengganggu aku. Hal ini di karena kan selain aku memiliki nafsu, aku juga dapat melihat mereka dan ada abi yang sama seperti aku, akan tetapi dia belum bisa melindungi diri nya sendiri. Tentunya hal ini membuat mereka menganggap da permainan baru yang bisa mereka mainkan.

Namun aku tidak akan membiarkan itu semua dan aku tidak akan membiarkan mereka meski hanya menyentuh abi sebentar saja. Aku pegang salah satu makhluk yang mengerubuti aku dan aku memegang persis di leher sosok hantu wanita yang mempunyai leher panjang seperti jerapah itu. Aku segera membaca doa amalan dan ada efek asap yang keluar dari interaksi itu bahkan hal yang menjadi rahasia Allah. Menurut hukum fisika api tidak akan bisa membakar api maka dari itu Allah membuat kuasa nya dengan bacaan yang bersifat dingin yang mampu memrendam api itu. Bacaan dan amalan yang bersumber dari alquran. Bersambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here