100 Hari Setelah Aku Mati Part 130 : Mata Yang Mewarisi Bapaknya Bagian 2

0
81
bukukita.com

Dokter mengatakan jika operasi berjalan lancar dan risa selamat bahkan aku sudah menjadi ayah dari anak laki-laki yang di lahirkan risa. Dan perasaan aku pun sangat lega setelah menunggu berjam-jam akhirnya aku mendapat kabar baik. Abimanyu yang lahir merupakan anak pertama aku yang aku tunggu-tunggu akhirnya sudah lahir kedunia. Aku dan mertua segera masuk ke dalam dan melihat risa yang masih ada di kasur tersenyum bahagia dan tetes air mata menghiasi wajahnya. Terlihat jelas bahwa baru saja dia menahan rasa nyeri dan sakit selam proses persalinan namun kelahiran abimanyu nampak menjadi obat untuk kami dan risa yang baru saja melewati masa persalinan dan untuk aku yang amat gugup menunggu mereka berdua selesai berjuang.

Aku mendekati risa dengan mengelus rambutnya dan mencium keningnya dan juga mengucapkan alhamdulilah. Aku dengan penuh rasa syukur tidak bisa menggambarkan betapa hari itu aku merasa menjadi laki-laki paling berhuntung di dunia dan seorang suster di samping kami tersenyum sambil menggendong bayi yang masih merah. Aku sambil mendekap abimanyu yang selama ini aku hanya menggendong manekin medis untuk praktek namun kali ini yang aku gendong adalah anak manusia sungguhan. Anak pertama aku, aku gendong dengan hati-hati dan melihat bagaimana jagoan kecil aku ini bergerak dan tidak terasa ikut menetaskan air mata yang penuh syukur. Suster pun meminta aku agar mengadzankan anak aku dan inilah waktunya dan aku mendekatkan bibir aku ke telinga abimanyu dan dengan ucapan lembut aku lantunkan adzan dengan penuh hikmat kepada dia. Aku melihat istri aku yang tersenyum menahan haru dan meringis menahan nyeri yang mungkin sudah mulai terasa pasca operasi dan abimanyu sudah bisa mendapatkan hak nya. Dia sudah di susui ibunya sebelum aku masuk dan hari itu semuannya sempurna melihat kedua orang yang aku sayangi selamat setelah perjuangan hidup dan mati.

Dan bapak mertua aku sangat menyukai nama abimanyu dan dia bilang semoga dia menjadi satria seperti abimanyu. Aku tersenyum dan aku menangis dimana semua perasaan itu tercampur menjadi satu dan jika kalian sudah berkeluarga dan mempunyai anugerah berupa anak pertama maka aku yakin kalian teman yang akan paham bagaimana rasa nya aku. Aku menyerahkan abi pada suster lagi untuk di periksa lagi tentang kesehatannya dan pandangan aku mengikuti kemana suster membawa abi dan menempatkannya di sebuah kotak kaca. Risa pun mengatakan jika kita resmi menjadi orang tua. Aku masih terlarut dalam euforia bahagia aku dan aku belum bisa menurunkan adrenalin aku yang bergejolak dan mungkin hanya satu detik dan satu detik yang sangat terasa. Aku memandang abi untuk kesekian kalinya dan aku merasakan bahwa abimanyu anak aku bukanlah anak biasa. Dan tidak lama aku merasakan hawa lain dimana hawa dingin yang pernah aku rasakan sebelumnya dan hawa itu dari luar ruangan. Hawa negatif fan cukup besar dan aku melangkah dan berjalan melewati pintu saat sebuah bayangan besar meloncat dan dengan sekelebat mata menghilang tanpa jejak. Dalam hati sambil melangkah ke ruang pasca operasi. Mertua aku pun bertanya ada apa nak? aku bilang tidak ada apa-apa. Aku mendekat ke abi yang di baringkan di dekat kami dan ternyata benar, bahkan beberapa saat setelah kelahirannya. Aku melihat mata abi yang terpejam dan disitu aku melihat mata yang sama seperti mata aku. Rasa bahagia yang aku rasakan terganggu dengan kenyataan nya yang aku terima. Aku merasakan jika abi mewarisi indra aku.

Beberapa jam setelah persalinan kami masih berada di rumah sakit dan risa terpaksa di bius total karena tidak kuat menahan rasa nyeri setelah operasi dan aku berada di luar bersama pak hamzah. Beberapa kerabat lain sudah mulai datang dan memberi aku selamat atas lahirnya abi putra pertama aku. Namun ada kegelisahan yang tidak aku sembunyikan dan akhirnya tercium oleh mertua aku. Sekali lagi ayah risa bertanya ada apa nak? Bapak risa bilang katakan pada dia dan jangan di simpan sendiri. Denga ragu aku bingung apa bapak akan percaya dengan apa yang akan aku katakan. Bapak pun mengajak aku bicara di tempat lain dan menjauh dari keramaian kerabat yang datang. Bapak merupakan salah satu orang yang mengetahui aku merupakan orang yang beda dengan orang lain. Aku bicara pada bapak jika aku merasa abi sama seperti aku bahkan cukup aneh karena aku dapat merasakan itu sedini ini. Pak hamzah pun memutar pandangannya sambil berkacak pinggang dan terlihat betul beliau sedang berfikir. Namun mertua aku bilang tidak apa-apa le jika memang anak kamu seperti itu.

Segera setelaha bi siap untuk diajak pergi dan setelah risa pulih aku akan membawa abi kepada orang yang dulu pernah membantu aku. Aku tidak akan membiarkan abimanyu menjadi seperti aku dan aku sudah pernah hidup di dunia yang suram karena mata ini. Berambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here