100 Hari Setelah Aku Mati Part 126 : Panggil Aku Bapak Bagian 2

0
86
bukukita.com

Dahulu aku pernah di ajarkan bapak menjadi anak yang berani dan anak yang pantang mundur. Bahkan masih banyak lagi, dimana semua hal baik sudah di berikan orang tua aku tanpa aku sadari itu. Kini saatnya aku mewariskan apa yang sudah di berikan kedua orang tua aku kepada cucu mereka dan cucu yang tidak akan pernah mereka temui. Pada malam hari aku tidak bisa tidur dan risa sudah tidur sejak jam 20.00. Aku masih berada di meja kerja hanya sekedar membuat beberapa perencanaan. Mengenai hal-hal yang perlu aku lakukan dan membaca beberapa bacaan. Cuaca terasa tidak enak dimana siang hari panas dan dingin di malam hari. Aku dengan segera menurunkan suhu ruangan namun tetap masih terasa dingin pada malam itu. Aku menurunkan suhu ruangan namun tetap terasa dingin dan aku meminum kopi yang baru saja aku sedu sendiri.

Aku membuka lembar demi lembar al-quran yang aku baca dan berusaha mengilhami kitab suci dan setiap kalimat indah dari huruf suci yang di turunkan Tuhan semesta alam untuk umatnya. Dimana ketika itu kitab sudah berusia 1400 tahun ini masih enak di baca dan nyaman ketika di dengarkan. Kitab ini sungguh menenangkan hati dan menjernihkan pikiran aku dimana pun berada dan apapun yang aku hadapi. Kita bisa mendapatkan tuntunan langsung dari Tuhan yang menciptakan dirimu. Rahmat bagi semua alam merupakan nyata bagi setiap insan yang bersedia dengan rendah hati mengimani apa yang di perintahkannya. Aku menyelesaikan bacaan aku dengan kalimat alhamdulilah, dimana malam itu aku menghabiskan waktu untuk berdzikir dan minta ampun atas dosa yang selama ini begitu banyak aku buat dan aku berdoa agar di beri keselamatan di dunia dan di akhirat. Aku berdoa agar keluarga aku bahagia. Aku pun mendoakan kedua orang tua aku, keluarga dan sahabat. Aku bersyukur dengan apa yang tidak sudah aku punya.

Kemudian dengan segera aku megambil remot AC dan mematikan pendingin ruangan yang membuat aku sedikit menggigil dan aku melempar pandangan ke jendela yang mulai berembun karena hari mulai pagi. Pada malam ini aku resmi tidak tidur dan keberuntungan merupakan hari libur di tanggal merah untuk memperingati hari raya nyepi. Aku memegang tengkuk aku yang berasa dingin dan sejenak aku sadari bahwa ternyata ini bukan hawa dingin biasa bahkan ada sesuatu yang sedang berjalan. Aku tidak tau apa itu dan ada sesuatu yang mengamati aku dari luar ruang. Aku melongok ke jendela dengan gorden yang terbuka dan dari kejauhan aku merasakan energi. Untuk kalian yang tidak tau energi yang aku rasakan itu seperti sebuah tiupan angin yang terasa. Tidak hanya terasa di kulit tapi lebih jauh kamu akan merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam sendi dan tulang kamu.

Dan ternyata benar saja aku melihat sosok yang aku kenal dan itu bukanlah sosok sari, itu merupakan makhluk hitam yang masuk ke dalam mimpi aku tempo hari dan dia berada di luar pagar dan aku dapat melihatnya karena ukurannya yang besar. Dia tidak mendekat dan selama dia tidak mendekat, aku tidak menganggapnya sebagai ancaman dan dia mengamati aku dan aku mengamatinya. Ingin aku coba berkomunikasi dengan nya dan sekedar bertanya apa maksudnya namun segera aku mengurungkan niat itu karena bukan sesuatu hal yang bijak berkomunikasi dengan mereka jika tidak terpaksa. Aku sudah di peringatkan tentang kehadirannya dan entah apa yang di maksudkan tapi setiap dari mereka mempunyai tujuan. Aku hanya berdoa sekali lagi dan memohon perlindungan Allah dari godaan jin dan manusia. Aku menutup gorden dan memutar badan, aku duduk di atas kasur dan melihat risa yang tidur dengan pulas, bahkan senyum tipis tersungging di wajahnya yang sedang tidur.

Hal sederhana yang selalu berhasil membuat aku jatuh cinta dan aku mengelus kepalanya dan membetulkan letak selimutnya dan aku memainkan rambutnya yang panjang. Sebisa mungkin aku tidak ingin membuatnya terbangun dan aku menikmati momen kebahagiaan aku akan bertambah dengan kehadiran orang baru di keluarga kecil aku. 9 bulan 10 hari tentunya kalian tau itu merupakan usia kehamilan yang umum dan risa sudah menjalani hampir setengah dari masa kandungan itu. Perutnya kini sudah besar dan aku sudah membatasi gerakan nya supaya jangan beraktifitas terlalu berat. Itu membuat kesibukan aku bertambah dengan harus mengurus banyaknya pekerjaan rumah seperti mengepel, mencuci dan banyak lagi. Sebetulnya risa melarang aku untuk mengerjakannya. Dimana menurut risa itu tugas nya sebagai seorang istri dan tetap saja aku tidak tega karena dengan usia kandungan yang mulai menua membuatnya susah bergerak dan dengan iklas aku menggantikan tugasnya. Bersambung ke cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here