100 Hari Setelah Aku Mati Part 125 : Panggil Aku Bapak

0
112
bukukita.com

Itu merupakan gaji yang kecil namun aku sudah sangat bersyukur dengan kehidupan aku ini dan aku masih berjuang untuk mendapatkan gelar profesi dokter aku dan selama proses itu berjalan risa senantiasa menguatkan aku. Agenda ritun aku setiap pagi adalah mengantarkan risa dilanjutkan dengan koas yang harus aku tempuh selama 2 tahun di rumah sakit yang sudah di tentukan dan menjelang sore hari aku langsung berganti profesi menjadi pengajar dan setiap akhir pekan aku dan istri kini mempunyai hobi baru. Bertanam dan mungkin aku belum menceritakan kepada kalian jika risa itu sangat suka dengan tanaman, apalagi bunga, semasa masih pacaran pun dulu kami sering mencari jenis-jenis tanaman baru untuk melengkapi koleksi tanaman di kebun mini milik risa. Dan karena sekarang risa sudah menjadi istri aku dan harus tinggal denga aku maka kebun yang ada di rumah orang tua aku harus ikut di bawa ke halaman belakang rumah juga dan tentunya yang jadi tukang kebon nya adalah aku.

Dan risa pun bawel aku pun sambil membetulkan letak anggrek dendrodium itu ke bawah naungan pohon jambu. Dan aku memastikan pada risa apa disini sudah pas dengan rasa tidak sabar karena sudah kepanasan dan yang punya kebun malah asik minum es di balkon. Di situ risa meledek aku sambil menyodorkan es the kepada aku. Akhir-akhir ini risa memang ngambekan dan aku juga tidak tau kenapa, mungkin seperti biasanya jika sedang pms risa memang susah-susah gampang namun jika sudah seperti ini biasanya aku yang mengalah dan merayunya menggunakan es krim kesukaan dia dan cara itu merupakan cara yang paling jitu. Aku pun bilang jika aku akan membeli es krim coklat yang besar dengan toping komplit sambil membututi risa masuk ke dalam rumah. Risa sedang di kamar mandi dan risa bilang sedang di kamar mandi, aku pun mengetuk pintu kamar mandi itu.

Aku bertanya dia sedang apa? dan aku bertanya terus sambil aku mengetuk pintu bercat putih itu. Tidak lama suara handle pintu terbuka dan muncul lah risa dari balik pintu sambil mengelap mulutnya, dia bilang jika dirinya sudah 4 kali muntah-muntah dan kayaknya harus di periksa ini ke dokter. Risa pun tersenyum. Aku merupakan orang yang benar-benar tidak peka dengan masalah seperti itu dan perlu beberapa saat sampai aku paham apa yang di maksud risa dan begitu sudah ngeh maksud risa senyum aku pun langsung mengembang. Risa memberikan benda berupa stick dan itu merupakan benda berupa tespack. Risa bilang insya Allah diri aku akan menjadi ayah, namun aku masih bingung dengan perasaan waktu itu yang begitu senang dan terkejut. Aku terkejut karena senang dan perasaan aneh yang terasa bercampur dan membuat aku melonjak senang dan mengangkat tubuh risa sambil memeluknya.

Ada perasaan haru saat risa mengatakan bahwa dia hamil, suatu hal yang waktu itu masih sulit aku bayangkan adalah aku akan menjadi seorang ayah dan aku akan jadi seorang bapak. Terlitas di ingatan aku mengenai bapak, almarhum bapak dan aku akan menjadi sosok sepertinya karena jika kalian tanya siapa figur idola aku maka aku akan langsung menjawab bapak aku dan aku ingin menjadi seperti beliau. Bapak meninggalkan aku dan aku tidak ingin meninggalkan anak aku seperti yang di lakukan bapak dan aku akan menjadi sosok yang lebih baik dari beliau dan aku akan menjaga 2 orang ini, risa dan seorang lagi yang sedang di kadung nya.

Kami tidak membuang waktu esoknya merupakan hari senin dan aku mengajak risa untuk mengecek kehamilannya ke rumah sakit yang aku jadikan tempat melaksanakan koas. Jika memang pasang beruntung dengan usia pernikahan kalian? 6 bulan mbak, jawab aku pada dokter rini. Orang di luar sana berusaha keras untuk mendapat keturunan dan sekarang kalian dengan mudah mendapat anugerah itu, dimana usia kehamilannya 3 minggu dan harus dijaga baik-baik istrimu dan jangan sampai kecapean. Dokter menyuruh agar risa memakan makanan bergizi dan istirahat yang cukup dan tidak lupa untuk rutin cek perkembangan janinnya.

Dokter rini pun mengucapkan selamat sambil menyerahkan kertas berisi hasil pemeriksaan itu dan risa membaca baris demi baris dari tulisan itu dan tangan kirinya menggenggam erat tangan aku. Ada sebuah cerita dimana Tuhan meniupkan ruh ke dalam jasad kosong dan dari situlah seorang anak manusia di lahirkan. Seperti sebuah gelas air yang di biarkan kosong dan anak yang terlahir masih kosong, masih harus diisi dengan segala hal baik yang bisa di ajarkan orang tua nya. Dulu aku selalu di ajarkan oleh ibuk untuk jadi anak yang baik, anak yang bisa aku ingat dari setiap cerita yang di ceritakan ibu menjelang aku tidur dulu. Bersambung ke cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here