100 Hari Setelah Aku Mati Part 123 : Permainan Hantu Bagian 2

0
80
bukukita.com

Aku pun kebingungan karena suasana yang hanya gelap tanpa ada sinar lampu yang terlihat dan aku tau jika aku baru saja di permainkan oleh makhluk halus namun siapa dan kenapa? baru kali ini aku memndapat serangan di rumah aku sendiri. Aku menunduk dan mengheningkan cipta dan sudah cukup lama aku tidak meningkatkan kepekaan batin seperti ini dan selama aku menheningkan cipata, sayup-sayup aku mendengar suara minta tolong dan itu jelas suara risa yang meminta tolong. Aku membuka mata dan sekitar 100 meter di depan aku, aku melihat risa dan dia bersama sosok makhluk aneh dan tidak jelas itu apa tapi mereka mulai berlarian. Aku berlari mengejar seseorang dan aku merasa mengenalnya dan benar tidak salah itu memang dia. Aku panggil dia dengan berteriak agar dia berhenti berlari, stamina aku serasa terkuras, nafas serasa tersengal-sengal dan keringat ini membasahi tubuh. Dan saat aku raih tubuh ini secara ajaib menjadi segumpal asap dan menghilang. Risa hilang tersapu angin.

Disitu aku sungguh merasa panik dan risa hilang secara aneh juga tiba-tiba. Suasananya sangat gelap dan aku sulit sekali bernafas. Aku merasakan kontraksi otot di tangan meningkat dan aku mengepalkan tangan untuk memukul sosok makhluk aneh di depan aku dan tangan aku mengenai angin dan aku kejar makhluk berbulu itu dan sekali lagi pukulan aku hanya meninju udara. Aku terasa berat sekali dan tangan aku menggapai-gapai udara berusha menangkap makhluk yang orang umum memanggilnya gendruwo. Aku pun berteriak dengan tenggorokan yang terasa tercekat dan genderuwo itu menggeram-geram dan dengan mata berkilat dia jongkok 5 meter di depan aku. Tawanya sangat keras dan jika kalian mendengarnya sendiri pasti akan membuat bulu roma kalian berdiri. Ini benar-benar aneh karena aku bisa terjebak di alam mereka dan aku tidak tau risa dimana. Dan tidak mungkin manusia menghilang dan berubah menjadi asap begitu saja dan aku pun mendekati makhluk itu karena ingin tau.

Aku berteriak sambil melayangkan sekali lagi pukulan aku untuk menanyakan siapa dia? aku pun terjatuh di depan makhluk itu dan aku merasa sangat tidak bertenaga, entah kenapa di tempat itu aku merasa begitu lemas dan pelan-pelan aku melihat tangan panjang berbulu lebat itu mendekap leher aku. Tiba-tiba aku mendengar suara membangunkan aku dan suara itu merupakan suara risa dan aku membuka mata. Aku kaget karena itu ternyata hanya mimpi namun aku terasa sangat nyata dan masih berada di kasur dan risa masih ada di samping aku. Risa pun menyodorkan segelas air putih dari meja samping kamar tidurnya. Aku dengan segera meminumnya dan mengatur nafas aku yang terasa terus memburu. Aku cerita pada risa jika aku baru saja bermimpi tidak enak sekali sambil aku mengelap keringat aku yang keluar deras di wajah aku. Risa bilang mungkin aku belum berdoa dan dia bilang aku menangkan diri dulu. Malam itu aku hanya bermimpi dan mimpi itu tidak menyenangkan. Aku baru saja mengalami mimpi buruk dimana aku benar-benar takut jika hal buruk akan menimpa risa istri aku. Entah kenapa aku mengalami itu dan terakhir aku bermimpi buruk selalu berujung peristiwa tidak baik. Ada sebuah peringatan yang tidak aku sadari tersirat dari mimpi itu dan malam itu aku belum sadar akan hal itu. Paginya aku bangun sedikit kesiangan dan hampir jam 6 hingga aku buru-buru wudhu dan solat berjamaah dengan risa yang sudah bangun lebih dulu. Risa menanyakan jam berapa aku akan berangkat nanti? Aku mengatakan jika aku akan berangkat sekitar pukul 9. Risa tidak lama mengajak aku ke dapur untuk membuat kan aku sarapan.
Risa pun sudah bekerja di sebuah rumah sakit di jogja sedangkan aku masih berkutat dengan koass, beruntung aku mempunyai pekerjaan sampingan sebagai seorang pengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar dan meskipun gaji aku tidak lebih besar dari risa namun paling tidak aku sudah bekerja dan mendapat sedikit penghasilan. Risa cerita jika dirinya semalem juga bermimpi, risa juga mengatakan jika mimpi nya tidak terlalu jelas dan langsung terbangun karena mendengar mas ngigo keras sekali. Risa bilang dia mimpi aku sedang tiduran dan sepertinya aku lagi sakit karena suram gitu suarannya dan diri aku ada di situ juga. Kemudian diri aku pergi dan aku hanya bisa manggil-manggil kamu lalu aku kebangun, ucap risa sambil mengoles kan margarin di selembar roti.

Risa bilang jika dirinya tidak terlalu takut dengan mimpi nya itu karena menurutnya itu semua hanya lah bunga tidur. Dan dia bilang pernah mengalami secara nyata dan dia pernah sakit lama sekali dan diri aku risa mengatakan tidak pernah meninggalkan aku meski hanya sehari. Kecelakaan risa merupakan hal yang membuat nya cukup lama di rawat. Bersambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here