100 Hari Setelah Aku Mati Part 122 : Permainan Hantu

0
89
bukukita.com

Dewi mendengus pelan dan mengangkat pundaknya dan dia berkata semoga saja apa yang dia katakan hanya prasangka buruk yang keliru saja dan semoga aku dan keluarga aku baik-baik saja, namun dewi memohon pada aku agar menjaga risa dan jangan sampai lengah karena dewi bilang isnya Allah dia juga akan memncoba mencari teka-teki 100 hari kematian yang di maksudkan sari. Dewi sambil menyelami aku sekaligus berpamitan karena dia dan anwar harus segera bertolak ke jakarta. Malam itu setelah semua sudah bersih dan para tetangga serta kerabat aku pulang tinggalah aku di dalam rumah bersama istri aku dan aku tengah duduk di depan tv sambil meminum secangkir the buatannya. Dia duduk rapat di samping aku sambil mengunyah kacang goreng yang ada di meja. Belum ada sebulan menikah awas saja kalo langsung gendut, ucap aku pada risa.

Tiba-tiba risa menanyakan sari yang wujudnya seperti apa dan aku heran kenapa dia tiba-tiba menanyakan soal itu? Risa pun minta aku menjawab pertanyaan nya. Aku mengatakan jika wujudnya sama persis seperti yang dahulu pernah kamu lihat dengan gaun putih berenda dan aku sambil memainkan jari risa yang masih penuh dengan gambaran tinta henan di tangan nya. Aku pun memanggil risa namun tidak ada jawaban. Risa pun bilang jadi yang ketemu aku tempo aku tempo hari itu sari. Aku kaget ketika risa cerita jika dia itu bertemu dengan sari. Risa bilang dia pernah melihat sari pada saat lamaran dan waktu dia sedang di rias dimana dia melihat orang persis banget sama muka aku dan dia pake gaun putih yang ada rendanya. Ada perasaan yang aneh ketika melihatnya. Setelah abis riasan aku tanya perias lain namun mereka Cuma ada 3 orang saja padahal aku yakin jika yang merias aku ada 4 orang.

Apa mungkin itu sari yang membantu merias aku? risa juga bertanya apakah sair itu bersahabat? aku pun menjawab mungkin dia hanya ingin menyapa kamu saja. Ketika itu aku sangkal agar risa tidak ketakutan. Jika kalian ingin tau sebenarnya ada sedikit perasaan was-was mengenai sari meskipun aku percaya tapi ada sedikit kewaspadaan yang aku rasakan, entahlah mungkin karena kata-kata dewi yang mengingatkan aku jika sari merupakan bangsa jin yang penuh tipu daya namun disisi lain sari merupakan sahabat pertama aku dan hampir 20 tahun aku mengenalnya. Apa betul sari menipu aku selama itu? entah benar atau tidak perkataan dewi namun aku tetap menganggap sari sebagai teman. Akan tetapi memang perkataan dewi ada benarnya sekarang tanggung jawab aku bertambah dengan harus menjaga risa istri aku.

Ketika aku bangun ketika itu juga aku mendengar suara ayam berkokok dimana udara dingin membuat aku sedikit malas turun dari atas kasur dan aku harus segera bangun dan bersiap untuk pendaftaran koass yang mulai di buka, aku melirik ke arah jam di atas meja samping kasur 02.15 pagi? namun ayam sudah berkokok sepagi ini, dalam hati aku. Aku bangun dan berada pada posisi duduk sembali mengucek mata yang masih terasa berat dan waktu masih dini hari, dimana udara terasa sangat dingin meskipun dengan ac yang sudah aku matikan. Aku ingat sekali waktu itu adalah seminggu dari pernikahan aku. Aku melirik ke tempat yang seharusnya risa tidur disamping aku dan risa harus nya tidur di samping aku namun malam itu dia sudah tidak ada. Aku pun memanggil risa sambil beranjak dari kasur aku dan memastikan jika risa mungkin sedang mengambil air minum di dapur. Aku memencet saklar dapur dan sama saja masih gelap padahal lampu ruang tengah masih menyala. Aku berfikir mungkin bolam nya putus. Aku mencari risa yang tidak ada di dapur dan aku melihat setiap ruangan di rumah aku dantidak melihat risa. Perasaan aku mulai cemas mulai membuat aku gelisah.

Aku memanggil nya tapi sma sekali tidak ada jawaban. Sampai di pintu belakang aku melihat sesuatu dan itu risa yang berada di luar sedang duduk di balkon belakang. Disinilah aku mulai curiga dengan hati-hati aku melangkah menghampirinya. Aku tanya pada risa yang duduk membelakangin aku dengan memanggilnya namun risa tidak menjawab pertanyaan aku. Lalu aku menepuk pundaknya dan tangan aku di tampiknya kemudian risa menoleh ke arah aku dengan tatapan kosong bola mata nya berputar dan sedetik kemudian dia lari. Aku pun memanggil nya sambil mengejar risa dan dia bertingkah sangat aneh. Risa berlari di halaman rumah yang di kelilingi pagar beton dan saat berada di halaman aku baru sadar bahwa aku tidak sedang di alam manusia. Bersambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here