100 Hari Setelah Aku Mati Part 121 : Hari Bahagia Dan Bersejarah Bagian 2

0
96
bukukita.com

Aku melirik ke arah risa yang sedang tersenyum sambil menatap ke arah teman-temannya yang datang sedangkan aku malah gelisah karena kehadiran aneh dari sari ini. Dari jarak beberapa meter aku melihat dewi dan aku melihat dewi yang menghampiri sari disitu aku melihat dewi berusaha berkomunikasi dengan sari. Dewi berjalan mendekati sari dan aku tidak bisa mendengar pembicaraan mereka. Aku dan dewi mempunyai kemampuan yang berbeda dan dewi lebih peka dengan perubahan aura. Perubahan alam dan dalam interaksi yang sangat halus dan mungkin dewi mendengar pembicaraan batin, aku akan ikut merasakan kehadiran sari. Tidak banyak yang bisa aku lakukan. Ini merupakan peristiwa dimana aku tidak bisa seenaknya bergerak dan aku sedang menjadi raja sehari di hari pernikahan aku yaitu antara bingung dan ngeri dengan sikap yang aneh dan dia menunjuk risa dan entah apa maksudnya.

Dewi menghadap ke arah aku dan memberi anggukan yang entah apa itu artinya dan sejurus kemudian dan aku tidak bisa melihat sari dan tiba-tiba dia menghilang dengan menyisakan tanda tanya di kepala aku. Tidak banyak yang bisa aku ceritakan dan di hari itu semuanya sempurna dan semuanya berjalan lancar sampai sari datang dan membuat aku kebingungan dan menghilangkan kekhusukan aku dan kenapa dia datang dengan wujud yang tidak enak. Dia menunjuk risa dengan sikap aneh. Hari itu resepsi berlangsung sampai menjelang malam hari dan kesibukan menyalami tamu membuat perhatian aku teralih. Dan perasaan bahagia tidak mampu terkikis dan bukannya aku lupa dengan kedatangan sari. Tapi siapa yang bisa menahan perasaan bahagia dia hari pernikahanmu. Ketika pesta usai tinggalah beberapa orang-orang terdekat aku di rumah risa yang di jadikan tempat berlangsungnya acaranya.

Risa sudah berganti pakaian dengan kaos blong biasa sambil membantu membereskan sisa-sisa pesta dana ku sedang meminum seduhan the yang baru saja di buat kan istri aku di temani obrolan hangat beberapa kerabat dan kawan dekat. Dewi pun meminta waktu sebentar pada aku dan aku jadi ingat dengan kejadian tadi. Aku buru-buru mengangguk dan memohon pamit sebentar kepada para kerabat aku yang sedang asik mengomentari dan menggoda aku perihal penganten baru. Aku pun memaksa dewi dengan sedikit memburu. Dan dirinya seperti sangat marah ada apa sebetulnya. Entah kenapa semua ada kaitannya dengan mu atau mungkin risa harusnya kamu lebih tau dari aku. Aku mengangguk pelan dan aku tau ini berkaitan dengan janji aku namun sari datang dan mungkin akan menagih janji. Aku menikahi risa hanya selisih 3 bulan dari lamaran aku dan masih 4 tahun sebelum janji itu harus aku tepati di tahun ke 100 kematiannya.

Dewi bilang sari perlu di tolong dan dari awal dia hanya bilang dan datanglah tepat di 100 hari setelah dirinya mati dan aku juga bingung dan kira-kira maksudnya apa, ucap aku pada dewi. Dewi pun hanya diam dan dengan ekspresi terkejut. Dewi mengatakan apakah aku benar-benar tau sari itu siapa? Aku pun bertanya apa maksud dan arah biacara dewi itu. Dewi bilang sari yang sebenarnya sudah mati dan dewi bilang sari teman masa kecil aku itu tidak lebih dari jelmaan jin tentunya aku tau itu. Aku pun masih belum paham dengan maksud dewi. Dewi pun menjelaskan jika aku harus hati-hati dengan sari karena diri aku tau sendiri jin itu penuh dengan tipu daya. Dan dewi bilang aku coba ingat dengan sosok daisy. Brandon juga dulu nganggap daisy itu sahabatnya namun ternyata diriku sendiri yang menghadapi sosok daisy.

Aku terdiam dan berusaha mencerna nasihat dewi yang sangat kontadiksi dengan sikap sari dan memang sari adalah jin dan aku tau dia bukan sari yang pernah hidup dulu tapi jin bernama sari itu menemani aku sampai dewasa dan selama itu dia tidak pernah mencelakai aku atau pun berbuat buruk lainnya malah justru sebaliknya. Aku pun mengatakan pada dewi jika sari bukan jin jahat dan aku sudah pernah menceritakan nya berkali-kali dengan mu. Dulu dewi pun pernah bertemu dengan nya. Dan aku juga mengatakan jika sari bukan lah ji yang perlu di waspadai dan aku berusaha membantah prasangka dewi pada sari.

Namun dewi bilang jika perlakuannya malam ini sangat beda dan dewi bilang jika dia lebih peka daripada diri aku dan begitu aku ketemu sari tadi ada sesuatu yang aku rasakan tersembunyi di dalam auranya yang netral dan aku seperti nangkap ada dendam dan kebencian namun entah itu tersembunyi atau sengaja di sembunyikan. Namun aku masih belum terima dengan penjelasan dewi dan masih menganggap jika sari ke sini mungkin ada alasan dan ingin menyampaikan pesan mungkin, aku sangkal sekali lagi. Bersambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here