100 Hari Setelah Aku Mati Part 120 : Hari Bahagia Dan Bersejarah

0
20

Aku sedikit mengingat peristiwa akbar yang baru saja aku alami beberapa jam yang lalu. Aku sudah melatih kalimat itu berkali-kali dan aku sudah di maki om bowo karena tidak bisa mengucapkan nya dengan tegas, baik, tapi pada hari H itu aku seperti mendapat bantuan oleh semacam bisikan yang membuat aku tenang hingga aku bisa mengucapkan kalimat sakral itu dengan sempurna. Dan saat di sekeliling aku terdengar beberapa orang berucap hampir bersamaan mengucap kata sah, seketika itu juga merupakan kalimat syukur alhamdulilah yang bisa aku dan risa ucapkan. Aku hampir tidak percaya hari itu akan datang dan hari dimana risa merupakan orang asing pertama yang menyapa aku di masa smp aku, menjadi sahabat aku, menjadi kekasih aku dan kini baru saja menjadi istri aku.

Om hamzah beserta tante ndari tidak bisa menyembunyikan rasa harunya karena putri mereka kini sudah dewasa dan di persunting orang lain, bukan maksud om hamzah dan tante ndari namun nama itu tidak lagi relevan dan lebih tepatnya sekarang aku harus memanggil beliau dengan sebutan ibu dan bapak. Om bowo dan tante sri dengan senyum bahagian bercampur haru juga ikut hadir menjadi wali aku dan aku menengadah dengan tipis dan membayangkan kedua orang tua aku juga sedang tersenyum dengan haru dan bangga di alam sana. Prosesi resepsi di lakukan hari itu juga setelah ijab qobul dan tidak ada kemewahan. Aku sudah sangat bersyukur dengan tabungan aku ini di tambah bantuan dari beberapa kerabat sudah mampu menggelar resepsi pernikahan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat kami dan undangan yang datang dari kerabat aku dan risa serta teman-teman terdekat. Rekan kerja dari kedua orang tua risa.

Saat sesi foto-foto aku tidak bisa menahan gejolak senang bertemu dengan teman-teman aku yang memberi selamat dan hal yang membuat gembira adalah dewi karena dia datang dengan orang baru dalam hidupnya. Aku menjabat tangannya erat dan kita pun nanti ngobrol-ngobrol kasian yang antri di belakang. Aku melihat kedua pasangan baru yang sangat serasi itu dimana laki-laki nya gagah berbewok dengan postur ideal itu tadi mengenalkan diri dengan nama anwar. Aku melirik risa yang dari tadi tidak bisa menghilangkan rona wajah bahagianya dan dia mencolak colek pinggang aku memberi kode untuk berpose pada lensa kamera yang terus memburu kami. Mungkin kalian kira itu adalah hari bahagia buat aku namun kalian salah itu merupakan hari yang sangat membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup aku. Tidak perlu aku jelaskan panjang lebar dan sudah terlalu sering aku menuliskan tentang bagaimana perasaan aku pada istri aku.

Aku memandang ke arah tamu undangan yang sedan gprasmanan dan teman-teman juga kerabat kami semua ikut larut dalam suasan suka cita hingga risa menanyakan ada apa? mungkin kalian bingung harusnya aku senang dengan kedatangan sari di hari pernikahan aku namun ada satu hal yang aneh dan satu hal yang aneh sekaligus menyeramkan. Aku member kode kepada risa supaya melihat kearah sari berdiri. Tindakan percuma karena risa tidak akan bisa melihat sari. Risa tidak akan bisa melihat sari yang tengah berdiri di tengah keramaian dengan mimic wajah yang bisa di katakan sangat tidak bersahabat. Gaun putih yang dia kenakan nampak basah dan meneteskan air yang membuat genangan di sekitar sari berdiri. Sari melayang di tengah ramainya tamu undangan yang berjalan menembus tubuh sari yang kali ini tidak menampakan wujud anak-anak umur 6 tahun. Melainkan berujud wanita dewasa yang memakai gaun putih berenda yang basah dan rambut panjang yang lepek itu menutupi sebelah matanya dan mata sebelahnya menatap aku dengan menakutkan. Karena tidak terlihat ada nya pupil mata dan melainkan hanya bagian putih yang terlihat memerah.

Sari dan risa itu memilik wajah yang hampir serupa keduanya sangat mirip. Begitu juga dengan wujud yang di perlihatkan sari sekarang tapi dengan kulit yang terlihat membru itu dengan tatapan kosong yang menyorot ke arah aku dan itu membuat aku seolah sedang melihat klon risa yang berwujud menyeramkan. Risa berbisik apa aku tidak apa-apa karena aku tampak gelisah. Aku mengatakan jika ada yang aneh semoga tidak ada apa-apa. Dan disini aku melihat sari menunjukan wajah tidak senang. Dia terlihat seram dengan wujudnya dan konon jin-jin gemar menunjukan kondisi bagaimana terakhir jasad manusianya mati. Tujuannya jelas untuk menakuti manusia dan jika kalian ingat wujud sari yang terlihat basah kuyup dan membiru karena dia mati dengan cara di tenggelamkan. Sari menyibak rambut yang menutupi sebelah matanya hingga terlihat kedua matanya yang hanya berwarna putih kemerahan dan dia mengangkat telunjuk dengan mengarahkan nya pada risa. Bersambung ke cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here