100 Hari Setelah Aku Mati Part 117 : Mimpi-Mimpi Risa Bagian 3

0
84
bukukita.com

Untuk beberapa lama ada kebisuan di antara kami dan risa tampak risih dan memberikan kode dengan pandangan matanya agar aku segera bicara maksud dan tujuan aku disini. Aku melihat om hamzah yang terlihat seperti menunggu kira-kira apa yang ingin aku katakan selanjutnya. Aku pun mengambil nafas panjang dan berdoa dalam hati semoga kali ini aku tidak salah biacara. Dan aku langsung bicara pada pokok masalah nya yaitu aku menjelaskan pada om hamzah jika aku dan risa sudah cukup lama berteman dan selama ini baik aku dan risa sudah tumbuh dewasa bersama. Aku disini meski belum mempunyai kerjaan tetap namun sebisa mungkin akan berusaha dan dengan ini aku mengatakan jika aku memohon langsung pada om hamzah sebagai ayah risa sekaligus wali dari risa. Aku bilang jika om berkenan dan merestui hubungan kami berdua ke jenjang yang serius, aku keisni bermaksud melamar putri om.

Aku mengucapkan kalimat yang sama sekali tidak aku siapkan sebelumnya dan kalimat itu meluncur dengan sendirinya dari mulut aku, cepat, jelas dan semoga saja tidak terdengar aneh di telinga beliau. Om hamzah terdiam dan beliau mengambil cangkir kopinya dan meminumnya lagi dan om hamzah melirik risa yang hanya bisa tertunduk dengan gelisah sambil mengucek rok nya. Setiap detik menunggu jawaban om hamzah membuat aku semakin berdebar karena berfikir apakah aku akan di tolak? sebaiknya aku pulang dan cari pekerjaan dulu dan jika jawaban seperti itu yang keluar maka rasanya akan sangat besar rasa malu yang harus aku tanggung di depan risa. Aku berdoa dalam hati semoga jawaban om hamzah sesuai dengan harapan aku. Tidak lama beliau melihat ke arah risa dan melihat ke arah aku. Sorot matanya tajam seakan menelisik orang yang baru saja berusaha melamar putrinya.

Om hamzah pun menghentikan bicara nya dan menghela nafas panjang serasa jantung aku hampir copot menunggu reaksi selanjutnya dari om hamzah. Jika om sudah pasti merestui aku dan dari dulu aku om sudah merestui pertemanan kalian apalagi sekarang pasti nya om merestui hubungan kalian karena diri aku sudah membuktikan diri aku pada om. Tidak ada keraguan sama sekali dan masalah pekerjaan itu bisa di cari tapi mantu seperti aku mungkin Cuma ada satu, ucap om kepada aku dengan wajah sumringah dan tersenyum. Lega itu perasaan yang aku rasakan dan teman itu adalah rasa paling lega yang pernah aku alami dan om hamzah menyetujui kami dan merestui hubungan kami. Om hamzah merelakan putri cantiknya untuk di pinang oleh seorang seperti aku. Alhamdulilah itu kalimat yang terucap dimana aku sambil mencium tangan om hamzah dengan hikmat. Aku melirik risa yang tersenyum dengan air mata yang sudah jatuh di atas pipi putihnya. Risa menghampiri ayahnya dan memeluk erat ayahnya.

Ucapan terima kasih keluar dari mulutnya dengan nada manja. Ayah risa pun mengatakan jika nanti beliau akan menghubungi ibu nya agar segera pulang. Om hamzah pun bertanya apakah aku sudah menghubungi om bowo? aku mengangguk pertanda aku sudah mendiskusikannya dengan om bowo selaku wali aku. Om pun menyuruh aku menunggu sebentar karena beliau akan menelpon ibu nya risa. Tidak lama beliau berlalu sambil menelpon. Risa dengan cepat menghampiri aku dan menggenggam erat tangan aku dan wajahnya tampak sangat ayu hari ini dan aku mengusap air mata di pipinya. Dengan lembut aku berkata akhirnya nduk sebutan sayang aku pada risa. Risa pun mengucapkan terima kasih karena sudah mewujudkan salah satu mimpi aku. ucap nya lembut sambil memeluk aku dengan erat.

Senin pagi dimana hari itu genap seminggu setelah aku memohon restu kepada om hamzah untuk melamar risa. Dan sudah di sepakati prosesi lamaran akan di laksanakan seminggu dari sekarang. Pada umumnya hari senin adalah hari yang sibuk dan tidak dengan aku yang berstatus pengangguran paruh waktu. Aku tengah mengalami sindrom pusing tujuh keliling, dimana tentu saja karena status aku ini merupakan status sebagai pengangguran yang nekat melamar anak orang dan dia merupakan anak perwira. Kira-kira bagaimana jawaban om hamzah jika di tanya rekan kerjanya perihal pekerjaan calon mantunya? Aku tidak akan membuat om hamzah malu dan paling tidak aku harus berusaha mendapat pekerjaan atau jika kepepet aku akan membuka usaha kecil. Walaupun entah apapun itu dan mengingat uang yang aku pegang tidak banyak dan hanya cukup untuk hidup selama beberapa bulan dan membiayai sebagian kebutuhan lamaran minggu depan.

Status aku butuh status bekerja dan aku mondar –mandir di ruang tamu sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. S.ked, mungkin terlihat keren dari gelar tiu namun jika tau gelar S.ked itu belum bisa di gunakan untuk bekerja di bidang ke ilmuan aku dan sangat berbeda dengan sarjana teknik, sarjana pertanian, dan lain-lain yang bisa langsung bekerja segera setelah skripsinya selesai. Bersambung di cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here