100 Hari Setelah Aku Mati Part 108 : Kenangan Dari Makhluk Yang Hampir Abadi Bagian 3

0
85
bukukita.com

Dia tidak berhenti berjalan dan dia melanjutkan jalan nya yang pincang dengan kepala yang berputar menghadap aku. Aku merasa ngilu melihat nya karena bagaimana rasa nya apabila kepala kamu di putar 180 derajat seperti burung hantu. Dia berjalan menjauh dan satu mata nya tertutup. Satu matanya terbuka dengan melotot berwarna merah, Namun anehnya wujud seram itu masih sedikit menyiratkan kelembutan. Bibirnya tersenyum dan membuat gerakan seolah dia mengatakan jaga dirimu mark. Aku berlari berusaha mengejar sosok marry yang mulai berjalan menembus melewati orang-orang yang tidak sadar bahwa mereka baru saja di lewati sosok makhluk tidak terlihat. Ketika aku menabrak beberapa pejalan kaki yang terlihat marah karena tingkah aku.

Sosok marry terus berjalan dengan cepat dan tidak wajar dengan satu kaki, dimana dia bisa bergerak cepat. Akan tetapi tidak begitu terburu-buru. Saat aku berada di belakangnya aku mengajaknya berkomunikasi dengan bahasa latin. Aku bilang aku harus pulang dengan kepala yang masih berputar kebelakang. Dan aku sendiri tidak tau kenapa mengikuti sosok ini dan biasan ya aku mengacuhkan mereka namun aku merasa ada feeling aneh yang mengusik aku. Hingga aku berlari mengejarnya. Matty memutar kepalanya ke arah yang seharusnya dan kemudian dia berbalik dengan wujud nya yang sudah berubah lagi menjadi sosok yang enak di lihat. Aku berdiri di trotoar yang di lewati banyak orang dan mungkin di mata orang biasa aku terlihat seperti orang aneh yang mematung di tengah rute berjalan orang-orang. Mereka yang berjalan melewati aku melihat dengan sorot wajah bingung dan mereka tidak sadar bahwa dalam dian aku tengah bicara pada sosok yang tidak mereka lihat dan rasakan.

Aku bukan manusia seperti yang kamu kira dan akhirnya kamu tau jika aku benar-benar orang yang spesial, ucap marry. Marry mengajak aku sambil melayang di sepanjang bangku di trotoar yang saling berhadapan. Kamin saling duduk berhadapan dan mengeluarkan handphone dan berlagak memainkannya agar tidak mencolok di lihat orang-orang yang lalu lalang. Marry bilang bukannya orang spesial seperti aku tidak menyukai bangsa seperti aku. Dan aku bilang jika bangsa seperti mereka tidak semua nya jahat. Dan aku bilang jika kita masih sama-sama hamba Allah. Marry tersenyum dan senyumannya di ikuti dengan bola mata nya mengeluarkan darah kental kehitaman.

Marry minta maaf karena dia tau jika manusia tidak terlalu suka dengan darah dan dia pun menghapus darah yang mengalir di pipi nya. Tiba-tiba marry menatap aku tajam dan urat-urat di lehernya bermunculan dimana wujud nya berubah kembali. Mata kirinya merah dan mata kanan nya berongga. Berongga karena tidak ada bola mata di dalam nya. Darah-darah kental berwarna hitam seperti kecap kembali mengalir dan dia tampak tidak senang. Marry berteriak dengan suaranya yang tinggi sekali dan dia tampak histeris. Suarany a seperti perempuan berbaju putih yang menangis dan merintih di tengah malam. Dia mungkin salah paham dan badan nya mulai terangkat. Dia berusaha kabur dan aku berusaha mengurungnya agar tidak bisa pergi. Dia teriak dan suara nya menyedihkan dan dia seperti sangat ketakutan. Mungkin memori bagian masa hidupnya yang membuat dia seperti ini dan aku sama sekali tidak mempunyai maksud buruk. Aku sama sekali tidak ada niatan mengusir dia. Aku pun menyuruh marry tenang dengan teriakan keras dimana orang-orang di sekeliling aku hanya melihat seorang pemuda yang sibuk pada ponselnya.

Marry sebetulnya hanya lah jin yang menyerupai wujud marry yang pernah hidup sebelumnya namun masih jadi perdebatan kenapa jin-jin itu seolah mewarisi apa yang di tinggalkan dari pasangan manusian nya dulu seperti dendam, sesal, kecewa dan dari situlah muncul istilah hantu gentayangan dari orang yang pernah mati. Marry di depak aku ini jelas mempunyai masa lalu yang begitu tidak menyenangkan dan dapat dirasakan dari suara rintihan nya. Suara tangisan nya yang terpecah dan terdengar sangat memilukan dan mungkin di masa hidupnya marry mempunyai sejarah buruk atas kematiannya. Aku berjanji tidak akan mengusir nya dari manapun marry dan butuh beberapa menit sampai marry terlihat tenang dan tidak meronta lagi dimana dia lagi menjerit pilu seperti tadi.

Aku hanya ingin mengetahui tempat dimana sebenarnya marry hidup. Marry kembali menangis dan dioa menjerit dengan menyedihkan dimana kami para cowok dan kira-kira apa hal yang cowo lakukan jika di depan kaliana ada seorang gadis yang menangis tersedu? tentunya kalian akan mengusap air matanya dengan lembut dan mungkin kalian akan mengatakan sudah jangan nangis. Tapi jika kalian mengusap air mata marry jangan gunakan sapu tangan atau tisu untuk menghapusnya. Bersambung di part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here