100 Hari Setelah Aku Mati Part 103 : Dewi Dan Husain Bagian 3

0
84
bukukita.com

Dewi masih terisak dan wajahnya dia benamkan pada bantal yang sekarang sudah terlihat basah karena air mata yang keluar begitu banyak dari dewi dan dia masih memeluk sebuah benda kotak. meskipun dia melihat ke arah aku, dia menyerahkan benda itu dan awalnya aku kira itu adalah album foto yang lain dan ternyata itu merupakan sebuah buku dan buku itu cukup tebal. Di sampulnya tertulis tulisan arab yang berarti dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang dan aku membuka halaman pertama buku itu. Halaman pertama buku itu hanya berisi kutipan dari tokoh yang aku kurang paham. Aku membuka lembar kedua yang berisikan profil dari muhammad husain azhari. Alamat dimana dia tinggal dan tahun kapan dia lahir dan sebagainya di tulis dengan tulisan tangan yang rapi dan aku membuka lembar-lembar selanjtunya yang berisikan apa yang menjadi rencana nya. Dia menulis rencananya membuat sanitasi di kampung nya. Dia menulis resep makanan sehat dari komoditas tanaman murah yang bisa di olah.

Dia menulis bagaimana dia kelak akan membuat kelompok tani dan dia menulis bagaimana dia akan membuat teknologi tepat guna dalam pengolahan lahan dan dia menulis bagaimana menanggulangi wabah ini dan itu. Banyak sekali rencana yang dia tulis berdasarkan permasalahan di lingkungannya dan tulisan itu bukan hanya tulisan kosong. Di dalam nya berisikan bagaimana dapat merealisasikan rencana itu. Aku jadi menyadari bagaimana aku terlalu sederhana dalam berfikir dan aku kurang memahami rumusan masalah yang terjadi di sekitar aku. Dewi berdiri dan mengelap sisa air mata yang belum mengering dan senyum tipis namun terlihat iklas terlihat di wajahnya. Aku mengangguk dan menyerahkan kedua benda kepunyaan dewi dan dewi menerima album fotonya dan memberikan buku peninggalan husain kepada aku.

Dewi bilang agar aku menyimpan buku ini dan jika kamu mau mungkin dan jika bisa nerusin cita-cita mas husain. Walaupun itu dengan cara yang berbeda, ucap dewi. Aku masih duduk di sofa sambil meminum the yang aku buat sendiri dan berfikir sejenak. Bukankah kisah romansa antara dewi dan saling menguatkan. Bahkan setelah salah satu di antaranya mati dan mereka tetap 2 orang yang saling mencintai. Sejenak aku menunduk dan berdoa di dalam hati. Dewi merupakan gadis yang benar-benar baik dan husain walaupun aku tidak kenal dari penuturan dewi, dia merupakan laki-laki hebat. Aku meminta pada Allah jika mereka tidak jodoh di dunia maka jodohkan mereka di akhirat. Melihat sedih nya dewi akan rindunya dengan husain dan mendengar cerita mereka berdua maka membuat aku bersyukur. Dimana saat ini aku mempunyai risa. Sekali lagi aku berdoa semoga aku di jodohkan dengan risa di dunia maupun di akhirat. Dan meskipun akut tidak pernah tau akan ada jalan terjal di depan kami.

Namun esok hari nya aku melihat brandon dan seketika aku berteriak agar dia melempar bola nya. Bola basket yang di lemparkan brandon aku terima dan langsung aku arahkan ke dalam ring yang berjarak sekitar 5 meter dari tempat aku berdiri dan tangan dewi tidak bisa menghalangi bola yang mengalir dan terarah ke dalam ring yang beranjak sekitar 5 meter dari tempat aku berdiri dan tangan dewi tidak bisa menhalangi bola yang mengalir dan terarah dalam ring itu. Teriak brandon girang sambil bergoyang-goyang di tengah lapangan basket di halaman rumahnya. Aku memberikan tos pada brandon dan memberikan lambaian ejekan pada dewi yang sudah mandi peluh di bawah ring.

Tidak lama dewi membawakan minum untuk kami dan jangan sampai kalian kering karena gelombang panas ini dan pegy sambil membawa nampan berisi 3 gelas besar berisi limun. Dewi pun memanggil ibu brandon dan menghampiri nya. Aku dan brandon berjalan menghampiri dewi yang tengah menenggak minuman itu banyak-banyak. Aku dan dewi juga sering mengunjungi brandon karena brandon merupakan anak yang istimewa dan lebih istimewa dari kami. Karena dia bisa membuka tutup mata batin nya dan dia bisa menggunakan nya sesuka hati. Sebuah hal yang unik seperti kami. Setelah tragedi dengan daisy beberapa tahun lalu brandon sudah tumbuh menjadi anak yang ceria dan aktif. Dia bahkan lebih cepat belajar dalam mengontrol kelebihannya.

Brandon pun bertanya apakah aku akan segera pergi dari sini? dan aku mengatakan jika aku sudah selesai disini dan tinggal mengurus beberapa hal terkait administrasi dan aku harus pulang ke negara aku. Aku mengajak brandon untuk menghadiri acara wisuda aku. Brandon pun mengatakan jika dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia jika waktu itu aku tidak datang. Aku juga bilang jika aku sudah mengajarkan semua yang aku tau kepada brandon dan sambil aku memeluk dia yang semakin tinggi ini. Brandon bilang agar kami selalu mengubungi dirinya dan ayah aku berjanji jika nilai aku bagus saat aku masuk JHS dia akan mengajak aku mengujungi kalian di jakarta. Aku tersenyum sambil mengangguk sedangkan dewi masih sibuk dengan ilmunya. Dewi menaruh gelas yang hanya menyisakan es batu itu dan berkata jika dirinya akan menunggu nya. Dei pun sambil bercanda mengacak-acak rambut brandon. Dewi pun mengatakan agar brandon hati-hati karena takut akan ada sejenis daisy yang mendekati nya. Bersambung ke cerita berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here