100 Hari Setelah Aku Mati Part 100 : Triologi

0
85
bukukita.com

Risa bertanya lagi apa aku yakin mengajaknya menikah dengan suara bergetar dan aku pun mengatakan jika aku tidak mempunyai alasan untuk tidak yakin karena memang aku beberapa waktu terakhir ini banyak memikirkan tentang apa yang ingin aku lakukan settelah aku selesai disini. Dulu aku mempunyai impian tentang hidup aku yang harus tercapai dan yang pertama aku ingin mempunyai banyak teman dan yang kedua aku ingin jadi dokter. Aku sangat berterima kasih sekali pada risa karena sudah mewujudkan keinginan aku. Mungkin risa merupakan trilogi di hidup aku. Dan aku meminta risa untuk menjadi trilogi dan bagian dari season baru hidup aku selepas dari sini. Risa tersenyum dan raut wajah tidak percaya itu berubah menjadi wajah yang melukiskan kelembutan dan dia mengigit bibir bagian wajah nya sambil menatap aku penuh arti. Entah apa yang ada di pikirannya namun permintaan aku adalah permintaan sepele mungkin dia sedang berfikir antara ya atau tidak dan setiap detik menunggu jawaban membuat aku semakin berdebar-debar. Risa mengatakan jika dia yakin jika aku akan mengatakan itu suatu saat namun dia bilang hanya kaget ternyata ini sangat cepat.

Dan dia bilang tidak ada alasan untuk aku menolak diriku. Ucapnya tegas tanpa keraguan. Dan dia menyambut permintaan aku dengan tangan terbuka. Risa adalah orang pertama yang menerima aku sebagai teman dan dia juga orang yang pertama menerima aku menjadi kekasihnya. Sekarang begitu apa dia mau jadi istri aku dia pun mau menerimanya. Aku tersenyum dan aku menatap lekat-lekat wajah cantik tanpa cacat itu dan dia mendekatkan dirinya lebih rapat pada aku seolah tau apa yang ingin aku lakukan. Sebuah kecupan yang bersamaan dengan hilangnya sinar matahari yang tenggelam di lembah yarra.

Suasana berganti semakin gelap dan kelelawar mulai terbang keluar dari sarangnya. Sinar matahari yang hilang berganti denga lampu-lampu yang mulai menyala otomatis sepanjang jalan. Tapi suasana gelap tidak berlaku di hati kami dan kami berjalan bergandengan untuk pulang. Udara menjadi semakin dingin dan risa mengambil 2 syal dari dalam tas nya dan memakaikan salah satu nya kepada aku. Malam itu purnama penuh seolah semesta tidak membiarkan kami berjalan di kegelapan. Aku melihat gadis di samping aku dan dia membalas tatapannya dengan senyuman yang sejak pagi tadi terlihat di wajahnya dan aku hampir tidak percaya bahwa yang aku lihat itu adalah calon istri aku.

Risa bilang jika dirinya masih ingin lebih lama dengan aku dan risa berucap tanpa melihat ke arah aku dan dia melepaskan gandengan tangan nya dan berjalan melewati rerumputan yang di potong pendek itu. Sekejab dia memeriksa rerumputan manila yang tersibak itu dan duduk diatasnya dimana kakinya di tekuk dan kedua tangannya melingkar memeluk lututnya. Kembali lagi kepala nya ke atas dan kali ini di bawah terang bulan terlihat rona senyumannya yang semakin merekah. Dia sama sekali tidak menengok aku tapi lambaian tangannya mengisyaratkan agar aku segera mengampiri nya dan aku mendekati gadis cantik itu dan duduk bersimpuh di dekatnya. Ternyata malam ini sangat cerah dan rasanya bintang sama bulan deket banget dengan diri kita. Jika orang indonesia mungkin harus mengganti nama-nama seperti orion dan lain-lain, ucap risa. Risa pun menanyakan apakah aku belajar budaya dan menurut risa jika orang indonesia itu sudah lama mengenal rasi bintang dan tidak kalah dengan orang yunani. Rasi bintang yang paling di sukai risa adalah lintang kartika. Aku pun mengisyaratkan ketidaktahuan aku dengan risa. Risa tersenyum telunjuknya bermain di jidat aku sambil mengeluarkan tawa ejekannya yang tengil. Ejekannya sambil terus menekan dahi aku. Risa ini memang tidak mau disebut jika gendut atau berat badan naik atau apapun hal yang berkaitan dengan berat badannya yang sebenarnya biasa saja. Menurut risa lintang kartika merupakan 7 bidadari yang turun ke bumi dan risa pernah melihat lintang kartika itu dimana 7 bintang yang kelihatan paling terang. Sayang disini tidak begitu jelas tapi aku sendiri tidak paham cerita lengkapnya.

Aku pun sambil mengacak-acak rambut risa ketika dia sedang bercerita karena aku sangat gemas dan gadis yang sok pintar ada di depan aku ini benar-benar semakin membuat lengkap keindahan malam di yarra valey. Risa menanyakan kapan diri aku pulang ketika kami sedang berada di dalam taxi. Dan hal pertama yang ingin aku lakukan jika pulang yaitu kerja, mengabdi, ambil nunggu kamu lulus. Tampak dari sinar remang lampu mobil dia menunduk malu dan risa ini gadis yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Dan hal ini yang membuat aku sangat menyukainnya. Dan aku juga bertanya hal apa yang akan di lakukan oleh risa setelah lulus kuliah? Risa menjawab mungkin kerja, ngabdi, jadi dokter atau punya anak. Aku tertawa mendengar jawaban risa karena sangat sederhana. Mungkin karena usia kami yang masih muda namun seiring berjalannya waktu satu per satu peristiwa akan kami lewati dan tunggu di akhir cerita nya. Sudah beberapa lama risa mengunjungi aku dan memang waktu terasa begitu cepat berputar jika kita terlalu menikmatinya dan kini tiba saatnya aku dan risa kembali harus berpisah. Dimana minggu pagi aku dan dewi mengantar risa ke air port dan entah kenapa ketika aku bandingkan jadwal keberangkatan pesawat disini tidak terlalu sering delay. Berbeda hal nya dengan di tanah air yang sering kali kita harus berlama-lama menunggu di bandara untuk sekali pemberangkatan. Bersambung di part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here