10 Sikap Paling Sportif dan Fairplay dalam Sepak Bola

0
229

Meski dunia mencatat banyak kecurangan-kecurangan besar dalam sejarah sepak bola dunia (ingat Diego Maradona atau Thierry Henry), kita masih bisa melihat momen-momen sportif yang dilakukan deretan pemain ini…

10. Cristiano Ronaldo

Megabintang Real Madrid mencetak hat-trick dalam laga melawan Getafe di ajang La Liga. Apes baginya, momen perayaan golnya yang ketiga justru membuat seorang fan mengalami patah hidung. Di akhir laga, Ronaldo berjalan ke tribun, memberi fan tersebut jersey yang ia pakai sebagai tanda apologi.

9. SK Brann

Di kasta teratas Norwegia pada 2011, pemain Brann Erik Mjelde mencetak gol aneh saat melawan Lillestrom. Bola fair play yang ia tendang malah masuk gawang karena kiper Lillestrom salah mengantisipasi. Menyadari bahwa gol itu bukan gol yang sportif, pemain-pemain Brann membiarkan pemain Lillestrom untuk membobol gawang mereka segera sesudah sepak mula. Hanya saja, kiper Piotr Leciejewski terlihat masih ingin melindungi gawangnya. Untung saja striker Lillestrom mampu tetap menceploskan bola ke gawang.

8. Ajax

Pada masa mudanya di Ajax Amsterdam, bek Jan Vertonghen mencetak gol spektakuler dari jarak 50 meter. Namun, tendangan ini bermasalah. Vertonghen bermaksud memberi SC Cambuur bola fair play tapi ia menyepaknya terlalu keras. Untuk menebus ketidaksengajaan ini, Ajax mempersilakan Cambuur untuk menyamakan kedudukan. Kiper Ajax bergeming ketika bola dari pemain Cambuur mendekati gawangnya. Gol diciptakan berkat kesadaran fairplay dari pemain Ajax.

7. Elvin Mammadov

Di pertandingan Liga Azerbaijan antara Inter Baku dan Qarabag, terdapat momen fair play yang patut diingat. Pada babak kedua, sang wasit menunjuk titik putih setelah penyerang Qarabag terjatuh di dalam kotak penalti saat melompat dari sergapan kiper. Masalahnya, tidak ada kontak di antara kedua pemain itu, dan kedua tim sepakat keputusan wasit tidak benar. Elvin Mammadov yang jadi eksekutor dengan sengaja mengirim bola ke samping gawang, sehingga skor tidak bertambah.

6. Costin Lazar

Pada tahun 2009, Otelul Galati bertandang ke raksasa Rapid Bucuresti di Liga Rumania. Skor 4-0 bisa saja menjadi 5-0 seandainya gelandang Rapid Costin Lazar menerima hadiah penalti yang diberikan wasit. Saat sejam laga berjalan, Lazar tampak memenangi duel lari dengan bek Otelul di sisi kiri kotak penalti. Bek Otelul melakukan sliding tackle untuk merebut bola, dan Lazar terjatuh menghindari sapuan si defender. Menyadari ia tidak dilanggar mengingat takel barusan amat bersih, Lazar mengoreksi putusan sang wasit untuk membatalkan penalti. Wasit jadi berubah pikiran dan melanjutkan pertandingan dengan drop ball.

5. Morten Wieghorst

Suatu waktu di ajang Carlsberg Cup pada 2003, pertandingan Denmark melawan Iran memancing perhatian publik. Di akhir babak pertama, bek Iran mendengar suatu peluit panjang, yang ia kira sempritan dari wasit. Ia memungut bola di dalam kotak penaltinya. Nyatanya, bunyi itu berasal dari penonton, dan wasit tak punya pilihan lain selain menunjuk titik putih. Setelah berdiskusi dengan pelatih Morten Olsen, ekseksekusi yang akan diambil Morten Wieghorst diputuskan akan diarahkan jauh melebar dari gawang.

4. Carles Puyol

Sikap profesionalitas dan sportivitas Carles Puyol sekali lagi dapat kita nikmati dalam laga leg pertama Copa del Rey saat Barcelona melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu. Setelah Gerard Pique membuang bola dan mengakibatkan sepak pojok, dia mempertunjukkan ke wasit sebuah korek gas yang dilempar penonton. Namun, Puyol merebutnya, lalu membuangnya ke luar lapangan agar pertandingan segera dilanjutkan. Puyol malah meminta Pique untuk bersiap menghadapi sepak pojok.

3. Jobson
Striker asing Al Ittihad tersebut melakukan tindakan terpuji saat membantu kiper lawan mengikat tali sepatunya. Keadaan masih seimbang 2-2 saat kiper Al Nahda mencoba mengulur waktu. Sayangnya, saat ia mengambil bola, tali sepatunya terlepas. Untung saja Jobson yang saat itu merebut bola langsung membantunya menyelesaikan ikatan yang tak mungkin dilakukan kiper karena bersarung tangan tersebut.

2. Miroslav Klose

Miroslav Klose sempat membuat publik Italia terkagum-kagum saat melawan Napoli pada 2012. Saat itu memperkuat Lazio, ia dengan sengaja menggunakan tangan untuk membelokkan arah bola ke gawang. Alih-alih berlagak tak tahu apa-apa dan merayakan gol itu, ia malah memberi tahu wasit bahwa ia menyentuh bola itu secara ilegal. Wasit mengganti keputusannya menjadi pelanggaran untuk Napoli, dan kartu kuning untuk Klose.

1. Carles Puyol

Tidak ada kapten yang lebih baik daripada Carles Puyol. Di pertandingan melawan Mallorca pada 2005, ia dikonfrontasi Sergio Ballesteros hingga di depan muka. Puyol membiarkannya, tapi tidak demikian dengan Ronaldinho, yang berlari ke arahnya ingin menghajar. Yang dilakukan Puyol sungguh mulia: ia menghalangi Ronaldinho dan memintanya untuk menjauh. Kapten terbaik!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here