10 Pergantian Pemain yang Akan Diingat Selamanya

0
134

Pergantian pemain kadang hanya dimaksudkan untuk mengistirahatkan pemain bintang yang sudah kelelahan. Akan tetapi, 10 nama ini membalikkan pendapat itu, mereka malah menjadi penentu kemenangan timnya…

#10 Sergi Roberto – Barcelona vs Paris Saint-Germain
Sergi Roberto bukanlah pencetak gol handal, ia pun tidak beroperasi di daerah menyerang. Akan tetapi, pada babak 16 besar Liga Champions 2016/17, ia mampu mencetak gol yang amat dramatis. Skor sudah menyentuh 5-1, keadaan yang mewajibkan Barcelona menambah satu gol lagi jika ingin melaju. Pada menit 95, Camp Nou mengalami erupsi berkat gol pemasti kelolosan Barcelona.

#9 Mario Goetze – Jerman vs Argentina
Jerman yang bermain kolektif sedang menghadapi Argentina yang diperkuat pemain terbaik sepanjang sejarah Lionel Messi. Skor masih kacamata saat Gotze mulai menapaki laga final Piala Dunia 2014 pada menit 88. Menjelang melangkah, ia dibisiki pelatih Joachim Low, “Tunjukkan bahwa kau lebih baik dari Messi”. Tujuh menit sebelum babak ekstra usai, Gotze meledakkan stadion dengan mencetak gol kemenangan Jerman.

#8 Eder – Portugal vs Perancis
Portugal menyambut pertandingan final ini dengan status tidak diunggulkan. Angin semakin tidak berpihak tatkala kapten Cristiano Ronaldo terpaksa diganti di menit 9 karena cedera. Setelah waktu normal yang penuh teror dari lini serang Perancis, Portugal mampu memaksakan babak ekstra. Di saat inilah pemain pengganti Eder mampu jadi penentu: ia masuk pada menit 79 dan mencetak gol kemenangan di menait 110.

#7 Oliver Bierhoff – Final Euro
Legenda Jerman yang saat itu memperkuat Udinese membuat kejutan dari bangku cadangan di final Euro 1996. Masuk pada menit 71, ia langsung mengubah jalannya laga dengan langsung mencetak gol dua menit berselang. Berlanjut ke babak ekstra, ia kemudian menjadi pemasti trofi bagi Der Panzer berkat golden goal-nya di menit 95.

#6 Francesco Totti – AS Roma vs Torino
Pertandingan sudah memasuki menit 86 ketika sang pangeran Roma menggantikan Seydou Keita saat Roma tertinggal 1-2 dari Torino. Hanya 22 detik setelah ia masuk, skor berubah dengan namanya sebagai pencetak gol penyama kedudukan. Tiga menit kemudian Roma berbalk unggul berkat, siapa lagi, Francesco Totti, kapten berusia 40 tahun.

#5 Ole Gunnar Solskjaer – Manchester United vs Nottingham Forest
Pembunuh berwajah bayi asal Norwegia ini memang dijuluki pengganti super. Pada pekan ke-25 Liga Inggris 1998/99, dia mencetak rekor yang masih bertahan hingga kini. Diturunkan pada menit 72, ia mencetak empat gol hanya dalam 10 menit untuk mencetak sejarah sebagai pencetak gol terbanyak oleh pemain pengganti di Liga Inggris.

#4 Kevin Prince Boateng – Milan vs Lecce
Gelandang eksentrik asal Ghana mencetak trigol meski memulai laga dari bangku cadangan saat Milan bertandang ke markas Lecce dalam lanjutan Serie A 2011/12. Sempat tertinggal tiga gol, Milan akhirnya mampu membalikkan kedudukan dengan skor 4-3 di akhir laga. Trigolnya ini ia dedikasikan untuk putranya yang saat itu berusia 3 tahun.

#3 Juliano Belletti – Barcelona vs Arsenal
Bek kanan asal Portugal disebut mencetak gol yang disebut mengubah sejarah Barcelona. Golnya di menit 80 saat menghadapi Arsenal di final Liga Champions 2005/06 dianggap mengubah jalannya sejarah sepak bola. Trofi Liga Champions musim itu terbukti menjadi awal dari dekade penuh kegemilangan Blaugrana di Eropa.

#2 Nwankwo Kanu – Arsenal vs Chelsea
Penyerang Nigeria membuat catatan luar biasa saat Arsenal menjamu Chelsea di Stamford Bridge dalam Liga Inggris 1999/00. Kanu, yang merupakan pemain penggantu mampu memastikan kemenangan bagi kubu Arsene Wenger dengan mencetak trigol. Tiga golnya ini dicetak beruntun pada menit 75, 83, dan 90.

#1 Patrick Kluivert – Ajax Amsterdam vs AC Milan
Ajax Amsterdam hanyalah kurcaci di hadapan AC Milan. Meski menembus final Liga Champions 1994/1995, anak asuh Louis van Gaal tetap diremehkan. Di luar dugaan, Ajax mampu tampil alot dan pada akhirnya malah mencetak gol kemenangan. Adalah pemain pengganti Patrick Kluivert yang jadi pelaku utama. Ia masuk pada menit 70 dan menceploskan bola ke gawang Milan pada menit 88. Ajax belum pernah mencapai puncak serupa hingga kini.

Para pemain di atas punya julukan keren: Pengganti super. Ini menjadi pelajaran bagi kita, bahwa tak ada perjuangan yang lebih besar selain terus mencoba  hingga titik darah penghabisan…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here