10 Pasang Pesepak Bola yang Ternyata Pernah Bermain Bersama

0
120

Sepak bola dimainkan oleh sebelas orang melawan sebelas orang. Banyak individu yang terlibat di dalamnya, baik sebagai kawan maupun lawan. Tahukah Anda, beberapa nama di bawah ini ternyata pernah berkawan dalam satu tim? Starting Eleven merangkumnya untuk football lovers…

Pep Guardiola & Roberto Baggio

Bagaimana bisa dirijen orkestra Barcelona era Johan Cruyff bertemu dengan salah satu pemain terbaik Italia generasi 1990-an? Pep Guardiola sempat berpetualang di Liga Italia pada pengujung kariernya, termasuk masa singkat bertemu Roberto Baggio di Brescia. Baggio, yang saat itu sudah mencetak lebih dari 200 gol di Serie A, menyambut Guardiola, yang direkrut guna menggantikan Andrea Pirlo muda, pada musim 2001/02 dan 2003.

David Platt & Ruud Gullit

Mungkin sebuah kebetulan jika David Platt dan Ruud Gullit pindah pada tahun 1995 ke klub London yang berseberangan, Arsenal dan Chelsea, dan pindah dari klub masing-masing pada tahun yang sama pula, 1998. Gullit yang menjadi legenda di AC Milan dan telah menjuarai Euro 1988 bersama 1988 tersebut ternyata pernah membangun hubungan fantastis dengan Platt di Sampdoria tepat sebelum keduanya pindah ke Inggris, pada musim 1994/95.

Paulo Futre & Frank Lampard

Paulo Futre dikenal sebagai legenda Portugal jauh sebelum nama Luis Figo dan Cristiano Ronaldo muncul. Ia juga lama menjadi kapten bagi Atletico Madrid. Ia sempat menjalani karier pendek di West Ham pada 1996/97 di bawah asuhan Harry Redknapp. Di London, ia berkesempatan menyaksikan pertumbuhan seorang gelandang muda yang kelak akan menjadi memecahkan rekor gol terbanyak Chelsea: Frank lampard.

Diego Maradona & Davor Suker

Diego Maradona seorang diri membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986. 12 tahun kemudian, Davor Suker menjadi bagian penting Kroasia yang mencapai semifinal Piala Dunia 1998. Selain dibedakan era keemasan, keduanya juga dipisahkan oleh representasi dua klub terbesar Spanyol. Maradona pernah di Barcelona, Suker sempat jadi andalan Real Madrid. Namun, pada musim 1992/93, musim terakhir Maradona di Eropa, ia sempat menjadi rekan setim dengan Suker di Sevilla.

Ronaldo Nazario & Eidur Gudjohnsen

Eidur Gudjohnsen, barangkali merupakan pemain Islandia paling populer, malang melintang di klub besar Eropa seperti Chelsea atau Barcelona di masa emas kariernya. Ronaldo Nazario pun demikian, pernah memperkuat AC Milan, Inter Milan, Real Madrid, dan Barcelona. Siapa sangka, permulaan karier mereka dilakoni di klub yang sama, yakni PSV Eindhoven. Keduanya pernah bersama pada 1994 hingga 1996.

Jermaine Pennant & Gabi

Sementara Gabi dikenal sebagai petarung lini tengah Atletico Madrid-nya Diego Simeone, Jermaine Pennant yang sempat dianggap sebagai pemain masa depan Inggris sewaktu membela Arsenal sudah tersuruk di liga antah berantah, termasuk Liga Singapura. Tak banyak yang tahu keduanya pernah membela tim yang sama saat Pennant mencoba peruntungan di Zaragoza pada 2009/10, tempat Gabi bermain kala itu.

Dani Alves & Sergio Ramos

Selama delapan tahun memperkuat Barcelona (2008-2016), Dani Alves membangun rivalitas sengit dengan Real Madrid, yang digawangi bek tangguh Sergio Ramos. Banyak yang tak menyadari, permusuhan yang keduanya alami di dua klub tersebut tidak terjadi tatkala mereka membela klub yang sama sebelum pindah ke dua klub terbesar Spanyol. Yap, keduanya membela Sevilla di awal kariernya.

Paul Ince & Roberto Carlos

Paul Ince merupakan salah satu pemain bintang di masa-masa awal Sir Alex Ferguson, sedangkan Roberto Carlos menjadi andalan utama Real Madrid di sisi kiri pertahanan pada dekade 2000-an. Keduanya dipertemukan oleh Inter Milan pada 1995/96, yang menebus Ince dari United, dan mendatangkan Carlos ke Eropa dari Palmeiras.

Kyle Lafferty & Paulo Dybala

Bintang Irlandia Utara yang memperkuat Norwich City di divisi bawah Inggris ini pernah menjadi rekan setim Paulo Dybala, penyerang Juventus yang dianggap sebagai penerus Lionel Messi. Lafferty merupakan penyerang Palermo pada 2013/14 yang membawa klub tersebut promosi ke Serie A bersama rombongan Paulo Dybala, Abel Hernandez, dan Andrea Belotti.

David Moyes & David Beckham

Jauh sebelum menikmati ketenaran di tim utama Manchester United dan Real Madrid, David Beckham dipinjamkan ke Preston North-End di divisi tiga Inggris. Di tempat ini, ia bertemu dengan bek tengah asal Skotlandia yang berada di ujung karier, yang kelak akan menggantikan Sir Alex Ferguson. Bek tengah ini kemudian melatih Preston dan Everton. Ia bernama David Moyes.

Sejarah kemudian meyatakan dua puluh pemain di atas punya karier berbeda, yang kadang saling berjauhan. Berhasilkah football lovers mengingat kenangan akan pemain-pemain tersebut?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here