10 Kegiatan Sehari-hari yang Ternyata Memiliki Dampak Buruk

0
19

Kalian pasti pernah mendengar kalimat ‘yang kelihatan baik belum tentu baik dan yang buruk belum tentu buruk’.

Nah, ternyata, hal itu juga berlaku dalam kegiatan sehari-hari lho. Kira-kira kegiatan apa aja sih yang kelihatannya baik tapi ternyata punya dampak buruk?

1. Nyapu lantai

Nyapu lantai adalah kegiatan wajib sehari-hari yang berguna untuk membersihkan debu-debu atau kotoran lainnya yang ada di atas lantai. Tapi, siapa sangka, kalau nyapu merupakan kegiatan yang tenyata punya dampak buruk buat rumah kita.

Usut punya usut, nyapu lantai ternyata nggak bisa menghilangkan 1/10 kotoran atau debu yang ada di rumah lho. Alasannya, karena saat kita nyapu debu dan kotoran beterbangan menempel di perabotan-perabotan rumah. Sedangkan partikel-partikel kecil lainnya makin masuk ke dalam lapisan lantai.

Oleh karena itu, disarankan buat bersihin rumah dari debu lebih direkomendasikan pakai penyedot debu, karena rumah akan jadi lebih bersih dan nggak khawatir ada kotoran-kotoran yang menempel di perabotan rumah.

2. Talenan Kayu vs Talenan Plastik

Buat kamu yang hobi masak, pasti tahu banget sama benda yang satu ini.

Banyak yang mengatakan kalau talenan plastik lebih higienis dibandingkan dengan talenan kayu. Tapi, ternyata anggapan itu nggak sepenuhnya benar lho gaes.

Meski memang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun ada beberapa penelitian yang menyebutkan kalau talenan kayu lebih baik dari talenan plastik lho. Karena, pada talenan berbahan kayu, bakteri yang masuk ke dalam kayu melewati celah goresan, tidak bisa berkembang biak dan berakhir mati.

Berbeda dengan talenan berbahan plastik, bakteri akan betah tinggal di dalam goresan dan sulit untuk dihilangkan, walaupun udah kita cuci pakai sabun.

3. Mencuci talenan dengan cairan pencuci piring

Mencuci talenan dengan cairan pencuci piring, memang cukup efektif. Tapi sayangnya, kita semua tahu, talenan yang udah kita pakai, pasti kebanyakan udah tergores.

Nah, di goresan itulah ada banyak bakteri sisa-sisa cairan pencuci piring berkumpul.

Jadi, sangat disarankan kalau mau bersihin talenan, gunakan hidrogen peroksida. Kalian pasti nggak mau kan? Kalau bakteri-bakteri yang berkumpul di talenan hijrah ke perut lewat daging atau sayuran yang kalian iris di talenan?

4. Membuang bubuk kopi dan air bekas masak nasi atau pasta di westafel

Kalau kamu punya kebiasaan buang bubuk kopi atau air bekas masak nasi atau pasta di westafel, mendingan kamu ilangin aja deh.

Kenapa?

Karena, kebiasaan itu bisa bikin saluran air tersumbat. Dan cairan lengket sisa rebusan pasta atau sisa habis menanak nasi akan meningkatkan risiko terjadinya saluran air tersumbat, karena cairan lengket itu agak sulit untuk dilarutkan.

Kamu nggak mau kan kalau harus bongkar-bongkar pipa gara-gara airnya macet nggak bisa ngalir?

5. Merapikan tempat tidur

Kegiatan merapikan sprei dan bantal habis bangun tidur emang bagus gaes, tapi, mulai sekarang nggak usah kamu rapikan aja deh.

Eits, bukan berantakin ya, tapi lebih tepatnya kamu lepasin sprei, sarung bantal sarung guling dan semacamnya buat dijemur dan biarkan tempat tidur kita terbuka dalam keadaan terbuka.

Karena, kalau kita jarang melakukan hal itu, yang ada itu kasur bakal ditinggalin tungau. Nah, kamu pastinya tahu tungau kan? Hewan kecil yang seneng banget menetap di daerah lembab dan suka gigit kulit kita.

Gigitan tungau bisa berakibat fatal, seperti reaksi alergi, asma bronkial, rinitis alergi, dan konjungtivitis.

Kalian pasti nggak mau kan?

6. Selalu membuka gorden saat cuaca panas

Semua orang suka cuaca cerah, makannya, banyak orang yang senang membuka gorden mereka dan membiarkan cahaya matahari masuk dan membuat kamar lebih terang.

Sayangnya, kebiasaan ini ternyata baiknya jangan terlalu sering kamu lakuin deh, soalnya sinar UV yang menerobos masuk ke dalam kamar bisa bikin furnitur atau benda-benda di rumahmu jadi berubah warna.

Yang tadinya cerah, bisa jadi berubah makin kusam.

7. Menggantung handuk di dalam ruangan

Kita semua tahu, handuk adalah benda wajib kita untuk mengeringkan badan setelah selesai mandi. Tapi, kebanyakan dari kita senang banget menggantungkannya di dalam kamar mandi atau cuma kita cantelkan di dalam kamar.

Nah, kebiasaan itu ternyata nggak baik lh. Kita semua tahu kalau daerah lembab adalah tempat paling oke buat perkembang biakan bakteri.

Nah, sebaiknya kamu rajin jemur itu handuk atau rajin-rajin ganti handuk 2 hari sekali deh, biar nggak ada bakteri yang tinggal di handukmu. Soalnya, makin banyak bakteri yang tinggal di handuk, kulitmu akan makin terancam kesehatannya. Hehe

8. Meletakkan sikat WC sembarangan setelah dipakai

Nah, kebiasaan kita habis bersihin closet biasanya tuh sikatnya kita taruh sembarangan. Tahu nggak, kalau kebiasaan itu malah bikin bakteri berkembang biak dan bikin closet jadi makin banyak bakteri.

Disarankan habis pakai sikat toilet, sikatnya kamu masukkin dalam wadah terus kamu gantung, biar bakterinya nggak nyebar kemana-mana.

9. Membuang air teh ke toilet

Kalau kalian sering bikin teh, dan tehnya sisa, disarankan jangan membuang air teh ke dalam toilet deh. Soalnya, kalau keseringan, teh yang mengandung tanin bisa bikin permukaan toilet jadi berwarna cokelat gelap. Dan agak susah buat balikin warnya seperti semula.

10. Menyemprotkan cairan pembersih langsung ke permukaan

Menyemprotkan cairan pembersih langsung ke permukaan kaca atau perbabot rumah dapat menciptakan lapisan tipis yang nggak kelihatan oleh mata. Hal tersebut bisa menjadi penyebab debu dan kotoran menempel lebih dalam lagi.

Jadi, cara yang tepat adalah dengan menyemprotkan cairan pembersih ke kain lap atau spons terlebih dulu.

Nah, itu tadi adalah 10 kegiatan sehari-hari yang ternyata memiliki dampak buruk. Ada lagi nggak nih yang belum kami sebutkan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here