10 Akademi Sepak Bola Terbaik Di Dunia

0
160

Akademi untuk pemain muda berperan menciptakan pesepak bola sejak awal persentuhan mereka dengan si kulit bundar. Di akademi, mereka diperkenalkan dengan teknik-teknik dasar hingga teknik lanjut seperti penerapan strategi. Berikut kami sajikan sepuluh klub dengan akademi terbaik di dunia…

Monaco

Bersamaan dengan meroketnya prestasi AS Monaco di Liga Perancis bersama Leonardo Jardim, pemain-pemain yang diorbitkan dari akademi juga mulai mendapat tempat di tim utama. Beberapa di antara mereka bahkan sudah pindah ke klub yang lebih besar, seperti Benjamin Mendy, Anthony Martial atau Kylian Mbappe.

Southampton

Akademi klub Southampton memiliki reputasi sebagai penghasil pemain-pemain terbaik, tak hanya di Inggris, melainkan juga dunia. Banyak lulusan akademi ini yang tersebar di seantero Inggris, dan berbagai klub besar dunia. Beberapa produk menonjol dari akademi ini antara lain: Alan Shearer, Gareth Bale, Luke Shaw, Adam Lallana, dll.

Schalke 04

Kehadiran Akademi Schalke 04 dalam daftar ini mungkin sedikit mengejutkan. Namun akademi ini telah memunculkan banyak pemain yang memperoleh prestasi besar di kemudian hari. Beberapa pemain yang paling banyak diingat dari Schalke antara lain: Benedikt Howedes, Jens Lehmann, Mesut Ozil, Manuel Neuer, Julian Draxler, dll.

Sporting Lisbon

Akademi milik klub Sporting Lisbon telah berperan dalam menciptakan pemain-pemain besar untuk Portugal dalam banyak generasi. Jika telah menghasilkan pemenang Ballon d’Or dalam diri Cristiano Ronaldo dan Luis Figo, siapa yang berani meragukan kualitas akademi ini? Beberapa pemain lain yang merekah dari Sporting antara lain: Luis Nani, Joao Moutinho, Eric Dier, dll.

Manchester United

Komitmen Manchester United dalam memproduksi pemain muda berkualitas dapat ditelusuri hingga masa Sir Matt Busby pada 1950-an. Di era modern, kesuksesan Sir Alex Ferguson juga ditopang oleh pemain-pemain junior dari angkatan 1992 seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, David Beckham, Gary Neville, hingga bintang masa kini seperti Marcus Rashford, Paul Pogba, dan Jesse Lingard.

Real Madrid

Meski dikenal sebagai pengoleksi bintang-bintang dunia, yakni klub lebih memilih menggelontorkan uang untuk membeli pemain jadi, akademi Real Madrid yang dijuluki sebagai La Fabrica ternyata amat produktif dalam melahirkan talenta-talenta muda. Beberapa di antaranya ialah: Iker Casillas, Roberto Soldado, Dani Carvajal, Alvaro Morata, dll.

AC Milan

Sebagai klub dengan akar sejarah yang kuat di sepak bola Italia dan Eropa, AC Milan punya rekam jejak bagus dalam mengorbitkan pemain muda. Keberhasilan mereka mengoleksi tujuh gelar Liga Champions tak bisa dilepaskan dari pemain-pemain binaan mereka sendiri. Beberapa nama di antaranya ialah: Franco Baresi, Paolo Maldini, Cristian Broochi, Alessandro Costacurta, dan lain-lain.

Bayern Munich

Bertahun-tahun dikenal sebagai negara sepak bola dan terus konsisten dalam turnamen-turnamen besar, Jerman harus berterima kasih kepada Bayern Munich, terutama akademi juniornya. Kontribusi tim Bavaria terhadap sepak bola Jerman bisa ditilik dari munculnya nama-nama seperti Franz Beckenbauer, Thomas Mueller, Matts Hummels, dan lain-lain.

Barcelona

Dikenal dengan nama La Masia, akademi sepak bola Barcelona telah melahirkan generasi pengolah kulit bundar yang mampu memainkan olahraga ini dengan penuh keindahan. Mereka juga dikenal punya ideologi khas dalam memainkan sepak bola, yakni tiki-taka yang diturunkan dari total voetbal-nya Johan Cruyff. Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi hanyalah segelintir lulusan dari akademi yang luar biasa ini.

Ajax Amsterdam

Klub tersukses Belanda Ajax Amsterdam terbukti telah berkontribusi dalam memproduksi pemain-pemain hebat dalam sejarah sepak bola. Alumnus akademi mereka bahkan banyak yang melegenda di banyak klub. Beberapa nama tenar dari Amsterdam antara lain: Johan Cruyff, Clarence Seedorf, Matthijs De Ligt, Cristian Eriksen, dll.

Daftar ini akan semakin indah bila terdapat akademi di Indonesia yang punya keseriusan. Sayangnya, pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia belum digarap secara serius. Sampai berapa lama kami harus menunggu, PSSI?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here